Strategi Honda Hadapi Krisis Bahan Baku dan Inflasi AS

Kompas.com - 28/06/2022, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif dunia mendapatkan tantangan baru. Setelah pandemi Covid-19 dan kelangkaan pasokkan cip semikonduktor, kini ada kenaikan harga bahan baku dan meningkatnya inflasi Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kenaikan harga di AS melonjak 4,7 persen tahun lalu dan menjadi paling besar dibanding negara Kelompok Tujuh (G7) lainnya.

Lalu pada Mei 2022, ketika inflasi di AS mencapai 8,6 persen negara itu tetap berada di posisi teratas. Membuat nilai tukar (exchange rate) atas dolar AS, seperti ke rupiah, melemah di level Rp 14.800 hingga Rp 14.900.

Baca juga: Suzuki Sebut Biaya Produksi Motor Bakal Meningkat

Takehiro Watanabe Presiden Direktur PT HPM berpose dengan All New Honda HR-V di IIMS Hybrid 2022Aprida Nanda/Kompas.com Takehiro Watanabe Presiden Direktur PT HPM berpose dengan All New Honda HR-V di IIMS Hybrid 2022

Hal tersebut, nantinya lambat-laun akan mempengaruhi biaya produksi, yang pada akhirnya berimbas ke harga jual kendaraan tertentu maupun tingkat produksi harian (diperkecil guna menekan biaya).

Menanggapi kondisi terkait, Business Innovations and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, bahwa pihaknya tengah memonitor perkembangan ekonomi dan isu global.

Supaya, perseroan dapat menentukan kebijakan yang terbaik. Pada saat yang bersamaan, aktivitas pabrik juga terus diefisiensikan agar menjaga value dari produk yang ditawarkan Honda ke Indonesia.

"Kami monitor terus perkembangannya. Di saat yang sama kami juga terus melakukan berbagai efisiensi produksi untuk menjaga value dari produk-produk kami," katanya kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Menperin Sebut Ada 4 Kendala Perkembangan IKM Otomotif

Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.Otomotifnet Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.

"Sebetulnya pengaruh ke harga jual itu sangat tergantung dari fluktuasi biaya produksi. Untuk menekan kenaikan biaya produksi itu kami lakukan berbagai efisiensi di segala lini produksi seraya terus untuk meningkatkan produktifitas," kata Billy.

Namun sampai saat ini, HPM belum melakukan penyesuaian harga jual dari produk kendaraan bermotor yang ditawarkan di dalam negeri sebagai imbas dari kondisi di AS.

Adapun mengenai krisis pasokkan cip semikonduktor, diharapkan dapat kembali normal karena tiap harinya semakin membaik dibandingkan dari beberapa bulan sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.