Penjualan Ban FDR Meningkat 10 Persen Semester I/2022

Kompas.com - 27/06/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah terkena imbas pandemi Covid-19, penjualan ban sepeda motor perlahan mulai merangkak naik, seiring dengan melonggarnya pembatasan yang diterapkan pemerintah.

Tercatat, penjualan ban mulai meraih capaian positif. Peningkatannya diklaim sejalan dengan bertambahnya pasar sepeda motor, khususnya untuk tipe skutik.

“Semester satu ini kami pastinya lebih baik dari tahun lalu,” ujar Zandhy Utama, FDR Division Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) di Jakarta (25/6/2022).

Baca juga: Video Mobil Sipil Bergaya Ormas Pakai Sirene di Tengah Kemacetan

Ilustrasi pilihan ban motorKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi pilihan ban motor

“Kami bisa mencatat penjualan lebih baik, mungkin ada peningkatan sekitar 10 persen,” kata dia.

Zandhy berharap tren positif ini berlanjut ke semester kedua tahun ini. Ia juga mengatakan, pasar ban sepeda motor nasional saat ini telah mengalami perubahan tren, dari sebelumnya tube type menjadi tubeless.

Di mana ban tubeless artinya tidak lagi menggunakan ban dalam, sehingga tekanan angin langsung ditahan dari dalam oleh ban itu sendiri.

Baca juga: Losail Dicoret dari Seri Pembuka MotoGP 2023, Mandalika Tetap Seri 2

“Kalau sekarang ban tubeless itu secara potensi itu sekitar 50-60 persen. Jadi memang ke depannya, semua motor baru rata-rata sudah tubeless semua bannya,” ucap Zandhy.

Zandhy menambahkan, kini penjualan ban FDR mengarah ke pasar aftermarket ketimbang OEM (Original Equipment Manufacturer).

“Pasar di daerah Jawa itu sudah masuk 10-15 persen. Kalau di luar Jawa, kami main di atas 30 persen market share kami,” ucap Zandhy.

“Bahkan di Sulawesi sudah 40-50 persen. Jadi kalau pergi ke luar Jawa itu isinya FDR semua. Jadi kami lagi kembangkan ban FDR ini, khususnya di Jawa dan Bali,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.