Daihatsu Sirion Facelift Tanpa Fitur ASA, Takut Tambah Mahal

Kompas.com - 02/06/2022, 16:01 WIB
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Daihatsu New Sirion resmi meluncur. Model facelift ini hadir dengan dua varian yakni tipe 1.3 X dan 1.3 R yang hanya tersedia dalam pilihan transmisi CVT.

Pilihan ini berbeda dengan Sirion di Malaysia yang lebih beragam. Di negara tetangga mobil yang bermain di segmen city car itu punya lima tipe dengan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc.

Selain itu Sirion facelift yang baru meluncur di Indonesia ini juga tidak dilengkapi teknologi keselamatan Advanced Safety Assist (ASA) seperti yang ada di Malaysia.

Baca juga: Mitsubishi Fuso Siapkan Kendaraan Listrik buat KTT G20 di Bali

Daihatsu New SirionFoto: Daihatsu Daihatsu New Sirion

Executive Coordinator Head of Product I Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Dendy Triyanto, mengatakan, New Sirion di Indonesia belum dilengkapi ASA karena harganya jadi mahal.

"Di kita tidak ada ASA, karena kalau secara biaya jadi tinggi. Kita bisa saja pakai tapi kalau dipakai harganya jadi tinggi. Kita juga lihat kebutuhan masyarakatnya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2022).

Dendy mengatakan jika ditambah ASA sesilih harganya bakal lebih mahal sekitar Rp 9 juta-Rp 10 jutaan.

"Dengan keluarga segini kita survei, untuk saat ini mereka masih berpikir (Sirion) sudah cukup safety sudah ada airbag-nya kanan-kiri, dan nilai NCAP sudah tinggi. Jadi saat ini belum perlu," katanya.

Baca juga: Biaya Resmi Bikin SIM B1 dan SIM B2 per Juni 2022

Daihatsu Sirion Facelift resmi meluncur di Indonesia, 2 Juni 2022KOMPAS.com/Gilang Daihatsu Sirion Facelift resmi meluncur di Indonesia, 2 Juni 2022

Tapi Daihatsu tidak menutup kemungkinan menghadirkan varian yang pakai ASA dika memang dibutuhkan.

"Kita lihat dari kebutuhan konsumen saat kita survey. Kalau nantinya di tengah jalan penjualan dan demand terhadap varian ASA tinggi, tidak menutup kemungkinan kita hadirkan," katanya.

Soal gaya berkendara orang Indonesia dan Malaysia, Dendy mengatakan sebetulnya sama-sama agresif. Hanya saja karakter jalan raya di Indonesia dan negara tetangga berbeda.

"Untuk gaya berkendara orang kita, tergantung paremeternya. Di Malaysia jalanan lebar dan panjang, tapi kalau macet sama, kalau di sini jalan tidak terlalu panjang. Kalau agresif sama," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.