Marak Kecelakaan Bus, Polisi Minta Penumpang Pakai Sabuk Pengaman

Kompas.com - 30/05/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan umum di Indonesia, terutama bus masih kerap menjadi pilihan sebagian orang. Alasannya, karena harga ekonomis serta relatif nyaman membuat bus masih diminati.

Sayangnya, bus yang beroperasi di Indonesia masih kerap kali terlibat kecelakaan lalu lintas, bahkan tak jarang yang memakan banyak nyawa. Misalnya saja, kecelakaan yang menimpa bus pariwisata beberapa waktu lalu di Tol Surabaya-Mojokerto.

Beberapa kecelakaan bus yang sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kelalaian pengemudi hingga faktor kendaraannya sendiri.

Baca juga: Jangan Gaya-gayaan Beli Pelat Putih Secara Online, Tidak Sesuai Spek

Maka dari itu, Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Hotman Sirait, memberi imbauan terkait maraknya kecelakaan yang disebabkan oleh angkutan umum agar tidak terus terulang.

Pertama, menurut Hotman, setiap angkutan umum wajib dilengkapi safety belt untuk para penumpang.

“Penumpang kendaraan umum juga diwajibkan menggunakan safety belt atau sabuk pengaman. Agar saat terjadi kecelakaan, penumpang bisa tertahan dan tidak kumpul ke depan,” ucap Hotman, dikutip dari NTMC Polri, Minggu (29/5/2022).

Tak hanya itu, bagi perusahaan yang hendak mempekerjakan sopir, harus mencari seseorang yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan berkualitas.

“Dalam menugaskan juga harus di cek kondisi sopir. Lakukan tes urin dan tes kesehatan kepada yang bersangkutan. Jika hasilnya baik baru dia di pekerjaan,” katanya.

Baca juga: Harga yang Mahal, Kendala Mobil Listrik di Indonesia

Hotman juga mengingatkan, sopir untuk mengatur waktu ketika di perjalanan. Kapan mereka harus beristirahat, jangan hanya mengejar cepat sampai ditujuan.

“Jangan memaksakan memacu kecepatan kendaraan, karena ambil lajur kanan terus itu berbahaya,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.