Tak Terima Ditilang Polisi, Pengemudi Jangan Langsung Marah

Kompas.com - 27/05/2022, 08:12 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian pengemudi kendaraan bermotor marah-marah saat ditilang polisi merupakan pemandangan yang ironis dari segi penegak hukum dan pemakai jalan.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, banyaknya pengguna jalan yang protes harus jadi renungan dan instropeksi bersama, baik polisi dan juga masyarakat.

Baca juga: Mobil Formula E Tiba di Jakarta, Bakal Dipamerkan di CFD

"Hal ini bisa terjadi karena sumbernya dari dua arah, baik dari petugas maupun pelanggar. Kesalahan dari petugas kemungkinan adanya dugaan kesalahan teknis petugas saat melakukan penegakan hukum atau dari dari pelanggar itu sendiri yg menampilkan sifat- sifat arogansi," kata Budiyanto, Kamis (26/5/2022).

Penampakan motor balap liar dari hasil cipta kondisi bulan ramadhanHumas Polres Mataram Penampakan motor balap liar dari hasil cipta kondisi bulan ramadhan

Situasi dan kondisi seperti itu kata Budiyanto, sebenarnya tidak perlu terjadi apabila penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan proporsional dan pelanggar menyadari kesalahannya.

Baca juga: PLN Tambah SPKLU di Tangerang, Dekat Bandara Soekarno-Hatta

"Atau masing-masing diharapkan paham akan hak dan kewajibannya secara proporsional," kata dia.

Budiyanto mengatakan, bicara masalah hak pengguna jalan, setiap pengguna jalan berhak untuk menggunakan fasilitas jalan sesuai dengan peruntukannya.

Adapun kewenangan petugas, hak dan kewajiban pengguna jalan dari prespektif hukum sudah diatur dengan jelas.

Subdit Penegakkan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menilang 21 motor imbas rombongan pemotor Supermoto Otomotif Jabodetabek masuk Jalan Tol Layang Dalam Kota Kelapa Gading-Pulogebang, Jakarta Timur.KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Subdit Penegakkan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menilang 21 motor imbas rombongan pemotor Supermoto Otomotif Jabodetabek masuk Jalan Tol Layang Dalam Kota Kelapa Gading-Pulogebang, Jakarta Timur.

"Kemudian dalam implementasinya di lapangan atau di jalan, bagaimana petugas secara teknis melaksanakan penegakan hukum dengan benar dan pengguna jalan menjalankan hak dan kewajiban dengan seimbang," kata dia.

"Apabila ada hal-hal secara teknis dari petugas tidak sesuai ketentuan tidak perlu direspon dengan marah-marah tapi, ada ruang untuk melakukan upaya hukum misal pra peradilan," katanya.

Baca juga: Amankah Bila Mobil Listrik Melewati Banjir?

Menurut Budiyanto, marah-marah adalah tindakan kontra produktif yang dapat merugikan semua pihak atau bahkan dapat berkonsekuensi terhadap pelanggaran hukum baru.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.