Sejarah Suzuki di MotoGP, Pernah Cabut pada 2011

Kompas.com - 13/05/2022, 15:01 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki memberikan pernyataan untuk keluar dari MotoGP usai musim 2022. Hengkangnya pabrikan asal Jepang itu dilatarbelakangi krisis ekonomi.

Dalam pernyataannya Suzuki mengatakan alasan pergi kedua kali dari MotoGP karena kondisi keuangan yang tidak stabil. Dana balap akan digunakan riset dan pengembangan produk lain.

“Kami sedang dalam pembicaraan dengan Dorna mengenai kemungkinan mengakhiri partisipasi kami di MotoGP pada akhir 2022," tulis Suzuki dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Mitos atau Fakta, Air Panas Bisa Memperbaiki Bemper Mobil Penyok

Situasi saat pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir latihan berganti motor dalam sesi warm up atau pemanasan menjelang balapan MotoGP Mandalika, Minggu (20/3/2022) pagi Wita.KOMPAS.com/BENEDIKTUS AGYA PRADIPTA Situasi saat pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir latihan berganti motor dalam sesi warm up atau pemanasan menjelang balapan MotoGP Mandalika, Minggu (20/3/2022) pagi Wita.
Pebalap SUZUKI ECSTAR, Joan Mir memacu sepeda motornya saat sesi latihan bebas 4 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022).GARRY LOTULUNG Pebalap SUZUKI ECSTAR, Joan Mir memacu sepeda motornya saat sesi latihan bebas 4 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022).

"Sayangnya, situasi ekonomi saat ini dan kebutuhan untuk memusatkan upaya pada perubahan besar yang dihadapi sektor otomotif dalam beberapa tahun terakhir memaksa Suzuki untuk mengalihkan biaya dan sumber daya manusia untuk mengembangkan teknologi baru,” ungkap Suzuki.

Sejarah Suzuki di dunia MotoGP telah dimulai sejak era 1970-an, tepatnya pada 1974.

Ketika itu, Suzuki langsung tampil gemilang, dan mengantarkan Barry Sheene merebut gelar juara dunia pada 1976 ketika mengendarai Suzuki RG500 yang dirancang oleh Makoto Hase.

Perjalanan karier Suzuki di MotoGP memang tak semulus Yamaha dan Honda. Akibat masalah krisis keuangan, Suzuki juga pernah undur diri dari MotoGP pada 2011.

Baca juga: Polisi Tegaskan Odong-odong Dilarang Beroperasi di Jalan Raya

Kru Suzuki Ecstar tampak sedang memantau star pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.KOMPAS.com/BENEDIKTUS AGYA PRADIPTA Kru Suzuki Ecstar tampak sedang memantau star pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.

Pada 2015, Suzuki kembali ke aspal sirkuit. Suzuki hadir dengan menggandeng perusahaan oli sebagai sponsor utamanya, dan sejak itu pula namanya berganti menjadi Suzuki Ecstar.

Langkah awal saat kembali ke dunia MotoGP, Suzuki langsung menggandeng dua pebalap yang saat itu sedang naik daun, yakni Maverick Vinales dan Aleix Espargaro.

Keduanya dipercaya menjadi joki GSX-RR yang telah dikembangkan Suzuki sejak 2012. Jadi meski pamit dari MotoGP, tapi Suzuki tetap menjalankan pengembangan mesin.

Baca juga: Mesin Mobil Mati di Pelintasan Kereta, Apa yang Harus Dilakukan?

Pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, saat mengikuti balapan MotoGP Argentina 2022 yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (3/4/2022).AFP/ JUAN MABROMATA Pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, saat mengikuti balapan MotoGP Argentina 2022 yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (3/4/2022).

Pada 2016, Suzuki Ecstar berhasil menempati posisi keempat pada klasemen akhir dengan perolehan 208 poin.

Setelah penantian panjang selama 20 tahun, pada 2020 pebalap asal Spanyol, Joan Mir akhirnya berhasil menjadi juara dunia baru dari Suzuki, yang terakhir dipersembahkan oleh Kenny Roberts Jr.

Melihat sejarahnya bahwa Suzuki perah mundur dan masuk lagi ke MotoGP, maka ada kesan bahwa pabrikan asal Hamamatsu itu akan kembali ke MotoGP jika situasinya memungkinkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.