KNKT Masih Temukan Banyak Truk Tanpa Pengaman Belakang

Kompas.com - 11/05/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian mobil yang menabrak bagian belakang truk kerap terjadi di Indonesia. Biasanya mobil dengan kecepatan tinggi tersebut akan masuk ke kolong truk, sehingga fatalitasnya tinggi.

Sebenarnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pernah menyampaikan rekomendasi pemasangan bumper belakang atau Rear Underrun Protection (RUP) pada truk.

Dengan adanya komponen tersebut, mobil tidak langsung masuk ke kolong truk, melainkan menabrak bumper. Harapannya, dengan adanya RUP, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah dan tidak fatal.

Baca juga: Cegah Truk Alami Rem Blong, Sopir Harus Bisa Periksa Rem Sebelum Jalan

Ilustrasi rear underrun protection yang terpasang pada trukKässbohrer Fahrzeugwerke Ilustrasi rear underrun protection yang terpasang pada truk

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengatakan, data di Jalan Tol Cipali dari tahun 2018 sampai 2019 menunjukkan angka statistik yang mengerikan.

"Di mana rata-rata terjadi 37 kali setiap bulannya kasus tabrak depan belakang antara truk dengan kendaraan lainnya di Cipali dengan tingkat fatalitas 97 persen," ucap Wildan dalam acara Kuliah Telegram Indonesia Truckers Club belum lama ini.

Artinya pada setiap kasus tersebut 97 persen pengemudi yang menabrak truk mengalami fatal atau meninggal dunia. Atas dasar data dimaksud dikeluarkan rekomendasi KNKT terkait pemasangan RUP.

Baca juga: Alasan Polisi Bakal Tindak Kelompok Pesepatu Roda di Jalan Gatot Subroto


"Namun sejauh ini, masih banyak ditemukan truk yang tidak dipasangi bumper belakang. Sehingga sampai detik ini, masih terjadi kecelakaan yang fatal," ucapnya.

Wildan mengatakan, terakhir ada kasus di Cirebon saat sebuah MPV menabrak truk yang sedang parkir mengakibatkan 6 orang penumpang meninggal dunia karena mobil masuk ke kolong truk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.