Jangan Salah, Pakai BBM Oktan Tinggi Tak Menjamin Mobil Lebih Irit

Kompas.com - 09/05/2022, 10:31 WIB
Petugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPetugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pabrikan mobil pastinya memiliki rekomendasi penggunaan jenis bahan bakar minyak (BBM) bagi produk yang dikeluarkan.

Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan atau mengimbangi kompresi mesin kendaraan, dengan tujuan agar performanya optimal.

Contoh, mobil dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1, cocok menggunakan BBM beroktan 90 seperti Pertalite. Untuk kompresi 10 hingga 11:1, disarankan menggunakan Research Octane Number (RON) 92 seperti Pertamax.

Baca juga: Supaya Konsumsi BBM Lebih Irit, Perhatikan Hal-hal Ini

Juga dengan mesin dengan rasio kompresi lebih tinggi biasanya membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi.

Ilustrasi Kios Pertamina Siaga Shutterstock/Wisely Ilustrasi Kios Pertamina Siaga

Hanya saja, tidak sedikit pemilik mobil yang sengaja mengganti jenis bensin dengan RON yang lebih tinggi.

Alasannya, selain dipercaya bisa membuat performa mesin menjadi lebih baik, juga bisa membuat konsumsi bahan bakar lebih irit. 

Lalu apakah benar anggapan menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi akan lebih irit?

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan, irit atau tidak ketika kendaraan menggunakan bensin dengan oktan tinggi tergantung pada rasio kompresinya.

Ilustrasi SPBU Pertamina di JakartaDok. Pertamina Ilustrasi SPBU Pertamina di Jakarta

“Ini tergantung dari rasio kompresi mesin, kalau rasio kompresinya tinggi menggunakan BBM oktan tinggi bisa menghemat penggunaan bahan bakar,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Oli Mesin Diesel dan Bensin

Akan tetapi, jika mobil tersebut rasio kompresinya rendah dan menggunakan bensin dengan RON tinggi tetap saja tidak bisa maksimal.

Dengan begitu, maka penggunaan bahan bakar oktan tinggi tidak serta merta berdampak pada tingkat konsumsinya.

Melainkan juga harus melihat kesesuaian kompresi rasio kendaraannya. Jika memang memenuhi untuk mengonsumsi BBM oktan tinggi maka bisa saja lebih irit. 

PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan avtur. Menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi ini dipastikan aman dan lancar.KOMPAS.COM/HADI MAULANA PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan avtur. Menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi ini dipastikan aman dan lancar.

“Tidak jauh berbeda (tingkat konsumsi BBM), dengan rasio kompresi rendah maka power yang dihasilkan akan terbatas tidak dapat memaksimalkan potensi bahan bakar yang digunakan,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.