Terpaksa Mudik Pakai Motor, Perhatikan Batas Aman Angkut Orang dan Barang

Kompas.com - 26/04/2022, 17:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengimbau para pemudik untuk tidak melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor karena berbahaya atau tingkat potensi atas kecelakaannya tinggi.

Dari aspek safety riding pun, mudik dengan transportasi terkait tidaklah aman. Mengingat, sepeda motor hanya diperuntukkan sebagai kendaraan jarak pendek dan menengah.

"Sepeda motor itu kendaraan labil karena hanya memakai dua roda. Jadi membutuhkan keseimbangan untuk dapat melaju dengan baik," kata Aan Gandhi, Founder dan Trainer Global Defensive Driving Center (GDDC).

Baca juga: Jangan Biarkan Tangki Bensin Kosong Saat Mobil Ditinggal Mudik

Ilustrasi mudik dengan mobil pribadikompasiana.com Ilustrasi mudik dengan mobil pribadi

Sehingga, pada suatu motor penumpang hanya satu dengan bobot tidak boleh melebihi 150 kg, barang bawaan tidak boleh melebihi 20 kilogram, lebar barang bawaan tidak boleh melebihi setang.

“Kalau penumpang lebih dari dua, handling menjadi tidak normal, motor tidak akan lurus dan seimbang,” tambah dia.

Ucapan Aan juga terbukti di lapangan bahwa sepeda motor bukanlah alat transportasi yang aman untuk mudik. Menurut data Kemenhub, 70 persen dari sekitar 23.000 kasus kecelakaan di jalan raya tahun 2021 melibatkan sepeda motor.

Sehingga, sebagaimana dikatakan oleh Direktur Angkutan Jalan, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto, sepeda motor tidak direkomendasikan untuk aktivitas mudik kecuali sangat terpaksa.

Baca juga: Banyak Jalan Beton di Tol Trans-Jawa, Begini Cara Aman Melewatinya

Warga menunggu giliran pengisian BBM di SPBU Jl. Raya Talang Siring Pamekasan, Senin (25/4/2022). Pada saat arus mudik dan balik lebaran, 22 SPBU di Pamekasan akan melayani 24 jam.KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN Warga menunggu giliran pengisian BBM di SPBU Jl. Raya Talang Siring Pamekasan, Senin (25/4/2022). Pada saat arus mudik dan balik lebaran, 22 SPBU di Pamekasan akan melayani 24 jam.

Dalam kesempatan sama, Aan juga mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengendarai kendaraan untuk mudik, antara lain periksa kendaraan sebelum mudik, pengemudi dalam keadaan sehat.

Lalu, membuat manajemen perjalanan, pemetaan ke tempat tujuan, ada pengemudi pengganti, dan penumpang sesuai kapasitas kendaraan.

Selanjutnya, penumpang wajib memakai perlengkapan keselamatan, tidak lupa membawa makanan secukupnya, memastikan BBM terisi, serta tak boleh melebihi batas kecepatan maksimum yaitu 100 kpj di jalan tol dan 80 kpj di jalur arteri.

"Pastikan mengemudi 2 jam, lalu istirahat 15 - 30 menit, dan jalan lagi selama 2 jam dan berhenti lagi untuk istirahat sejam. Maksimal berkendara 8 jam," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.