Antisipasi Kemacetan Mudik, Kemenhub Siapkan Contraflow dan One Way

Kompas.com - 08/04/2022, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, sudah menyiapkan mitigas penanganan mudik Lebaran 2022.

Salah satunya terkait potensi lonjakan volume kendaraan pemudik yang bisa berimbas pada kemacetan lalu lintas, terutama di jalan tol dan lokasi-lokasi wisata.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Korlantas Polri untuk melakukan pembatasan terkiat truk, khususnya di ruas Tol Cikampek.

"Kita sudah sepakat dengan Korlantas Polri, pertama pembatasan angkutan barang. Kendaraan logistik tanggal 28-29 akan kita batasi, tapi bukan pelarangan karena masih boleh menggunakan jalan lain (non-tol)," ujar Budi dalam konferensi pers Briefing Kesiapan Angkutan Lebaran 2022 secara virtual, Jumat (8/4/2022).

Baca juga: Kemenhub Batasi Truk Lewat Jalan Tol dan Nasional Selama Musim Mudik

Budi mengatakan, alasan pembatasan truk logisitik dengan sumbu 3 ke atas termasuk truk gandeng melewati ruas tol karena diprediksikan volume mobil pribadi yang melintas akan sangat tinggi.

Namun demikian, beberapa jenis angkutan barang tetap mendapatkan izin untuk melintas ruas tol seperti, pengangkut sembako dan bahan bakar minyak (BBM).

Selai pembatasan truk, bersama Korlantas Polri juga sudah melakukan simulasi terkait penerapan contraflow dan juga one way.

"Kita sudah berkoordinasi terkait baiknya menerapkan contraflow dari Km berapa sampai Km berapa, dan antar Ditlantas Polda dengan masing-masing Polda sudah saling berkoordinasi," ujar Budi.

Baca juga: Honda Minta Maaf, Pesanan HR-V Baru Membeludak Bikin Inden 4-5 Bulan

Kemacetan sepanjang 8 kilometer pada H-7 lebaran terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2015) meski delapan dari sembilan pintu difungsikan untuk arus keluar kendaraan dari Jakarta menuju Palimanan. Kemacetan parah berpotensi terjadi di gerbang tol ini pada puncak arus mudik lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Kemacetan sepanjang 8 kilometer pada H-7 lebaran terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2015) meski delapan dari sembilan pintu difungsikan untuk arus keluar kendaraan dari Jakarta menuju Palimanan. Kemacetan parah berpotensi terjadi di gerbang tol ini pada puncak arus mudik lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

"Untuk one way, sudah kita sepakati dengan Korlantas Polri yang nantinya akan kita lakukan. Menyangkut masalah tanggal dan jam, kita sepakati akan ditentukan dari awal, dan nanti akan kita umumkan," katanya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendengarkan beberapa masukan dari Jasa Marga terkait waktu-waktu penerapan one way di jalan tol saat mudik.

Bila sudah mendapatkan masukan, tinggal ditentukan kapan baiknya one way diterapkan. Namun dipastikan rekayasa lalu lintas ini akan berlaku saat puncak arus mudik.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022

Kepadatan lalu lintas di Tol CikampekKOMPAS.com Kepadatan lalu lintas di Tol Cikampek

"Jadi sifatnya awal pemberitahuan. Untuk masalah waktu penerapan dalam satu atau dua hari akan kita tentukan sehingga masyarakat bisa tahu. Tapi perkiraan antara tanggal 28-30 karena itu puncak arus mudik," ujar Budi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.