Kompas.com - 01/04/2022, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, industri otomotif mendapat perhatian lebih dari pemerintah lantaran masuk dalam jajaran sektor yang cuku penting.

Menurut Airlangga, kontribusi industri otomotif di Tanah Air cukup besar yang sangat berdampak pada Gross Domestic Product (GDP) alias produk domestik bruto.

"Industri otomotif mewakili atau berkontribusi 20 persen dari pada sektor non migas. Sementara non migas itu 18 persen dari total GDP kita. Dengan demikian, kontribusi tersebut sekitar Rp 700-an triliun dari sektor otomotif," kata Airlangga, saat acara CEO Intimate Sharing Session dalam ajang IIMS Hybrid 2022, di Ballroom 3 Jakarta Internationl Expo, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Innova EV Concept Jadi Pengembangan Mobil Listrik Pertama di Indonesia

Tak hanya itu, peran industri otomotif sendiri juga memiliki pengaruh yang besar untuk beragam hal lain yang cukup penting. Salah satunya dari sisi lapangan pekerjaan.

CEO Intimate Sharing Session IIMS Hybrid 2022KOMPAS.com/STANLY RAVEL CEO Intimate Sharing Session IIMS Hybrid 2022

Airlangga mengatakan, sektor otomotif membuka lapangan pekerjaan dengan jumlah mencapai 5 juta secara keseluruhan, atau mencicipi sekitar 35 persen dari kue ekonomi.

"Untuk lapangan kerja langsung dan tidak langsung itu 5 juta secara keseluruhan. Apalagi ada manufaktur, sales, after sales, sampai bisnis perbengkelannya. Bila kita lihat, sektor otomotif plus sektor perdagangan itu sebetulnya mendekati 35 persen dari kue ekonomi," ujar Airlangga.

"Karena tidak ada perdagangan tanpa industri manufaktur, jadi tidak ada bengkel kalau industri bahan bakunya juga tidak ada, maka sektor otomotif ini sangat berpengaruh pada perekonomian nasional," lanjutnya.

Terkait ajang IIMS Hybrid 2022, Airlangga mengatakan, menjadi sebuah acara yang cukup baik terutama bagi kelangsungan dari ekosistem otomotif, termasuk industrinya sendiri.

Baca juga: IIMS Hybrid 2022 Jadi Momen Kebangkitan Industri Otomotif Nasional


Apalagi secara kapastias, Indonesia sebenarnya masih sangat mencukupi lantaran sampai saat ini produksinya baru sekitar 1,1 juta unit sementara kapasitas terpasang mencapai 2 juta unit.

"Pemerintah memang melihat dari basis sektoral, bila untuk sektor otomotif ini dilihat apa yang harus didorong agar 2 sampai 3 tahun ke depannya, Indonesia memiliki daya saing. Kita bisa mendorong lagi dari industri pendukung karena kapasitas produksinya masih bisa," ujar Airlangga.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.