Kompas.com - 17/03/2022, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Mandalika SAG Team akan menjadi tuan rumah untuk seri kedua Moto2 2022. Untuk merayakannya, tim yang banyak disponsori perusahaan lokal ini sudah mempersiapkan sesuatu.

Kedua pebalap tim ini, Bo Bendsneyder dan Gabriel Rodrigo, sebelumnya juga mengikuti parade MotoGP dari Istana Merdeka menuju Hotel Kempinski.

CEO Mandalika SAG Racing Team Rapsel Ali mengatakan, Pertamina Mandalika SAG Racing Team Indonesia berencana menampilkan kejutan khusus pada tampilan visual motor Bendsneyder dan Rodrigo di Mandalika.

Baca juga: Pertamina Mandalika SAG Team Menyapa Langsung Penggemar di Jakarta

“Saya mengajak kita semua menyaksikan pertarungan seru Moto2 di Mandalika pada tanggal 20 Maret 2022, mohon dukungannya untuk Pertamina Mandalika SAG Racing Team Indonesia,” ujar Rapsel, dalam keterangan resminya.

Pebalap Pertamina Mandalika SAG Team, Bo Bendsneyder, saat sesi tesRafa Marrodan Pebalap Pertamina Mandalika SAG Team, Bo Bendsneyder, saat sesi tes

Saat ini, Pertamina Mandalika SAG Team menggunakan livery dengan kearifan lokal, yakni motif batik pada fairing. Banyak unsur dengan filosofi yang terkandung dalam motor batik parang yang digunakan.

Menurut Rapsel, batik parang punya makna harus terus berjuang tanpa menyerah, maju terus, berusaha terus dan terus memperbaiki diri agar lebih baik.

"Desain batiknya itu sendiri terinspirasi dari kondisi geografis Indonesia yang didominasi lautan luas, lingkungan aktivitas tim, yaitu sirkuit balap dengan tujuan menjadi juara di kategori/kelasnya," kata Rapsel, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pebalap Pertamina Mandalika di Seri Perdana Moto2 Tembus Target

Rapsel menambahkan, batik parang yang merupakan ciri khas Indonesia ini didesain khusus bernuansa modern untuk tim ini. Desainnya menyatukan semua unsur-unsur dalam bentuk alur.

Pebalap Pertamina Mandalika SAG Team, Gabriel RodrigoRafa Marrodan Pebalap Pertamina Mandalika SAG Team, Gabriel Rodrigo

Lalu, warna desainnya didominasi warna biru, dengan alur tersambung tanpa putus. Hal itu menggambarkan lautan dan sirkuit balap, di mana keduanya terus menerus tersambung, dengan dihiasi elemen bintang kecil yang menggambarkan juara atau kemenangan.

"Kenapa bintangnya kecil? Karena untuk meraih juara atau kemenangan itu tidak mudah, banyak yang harus dilalui dan diperjuangkan dan ketika sudah menjadi juara atau meraih kemenangan pun harus mengingat bahwa ada yang lebih besar lagi, sehingga walaupun juara atau menang, tetap harus rendah diri dan jangan lupa diri," ujar Rapsel.

Motor balap Pertamina Mandalika SAG TeamRafa Marrodan RME Motor balap Pertamina Mandalika SAG Team

Desain livery di motor Pertamina Mandalika SAG Racing Team didesain langsung oleh Milan Judiro, desainer Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI). Milan juga mendesain semua livery motor balap dan semua merchandise yang digunakan Pertamina Mandalika SAG Team.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.