Cara Mudah Cegah Anak Mabuk Perjalanan ke Luar Kota

Kompas.com - 16/03/2022, 11:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com— Mabuk perjalanan atau dalam istilah medis car sickness atau motion sickness cukup sering dijumpai pada anak saat menempuh perjalanan jauh dengan mobil pribadi. 

Kondisi ini kerap menjadi permasalahan bagi para orang tua saat akan melakukan perjalanan, salah satunya mudik ke kampung halaman misalnya. Alasannya, karena dilanda rasa tidak nyaman setiap kali mabuk perjalanan, anak jadi enggan untuk berpergian menggunakan mobil.

Baca juga: Sering Hantam Lubang, Bikin Setir Mobil Speleng

Mulai dari pusing, mual, hingga muntah menjadi kondisi mabuk perjalanan yang membuat anak tidak nyaman dan rewel.

Alhasil, orang tua harus membujuk dan melakukan berbagai cara agar anak tidak menolak untuk berpergian menggunakan mobil.

Dokter spesialis anak RSIA Lombok Dua Dua, Surabaya dr Sunny Mariana mengatakan jika mabuk perjalanan menjadi kondisi yang umum dialami banyak anak.

Ilustrasi penumpang anak-anak.timeshina.com.ua Ilustrasi penumpang anak-anak.

Motion sickness memang biasa terjadi saat anak usia toddler yang berada di rentan usia 1-3 tahun dan juga anak usia anak awal memasuki sekolah,” katanya baru-baru ini pada Kompas.com.

Ketika usianya bertambah besar, anak sudah bisa mengontrol dan mengatasi hal – hal penyebab motion sickness.  Sehingga gejala itu tidak muncul dan cendrung hilang sendiri seiring bertambah usia anak.

Namun, untuk saat ini peran orang tua sangatlah penting untuk meminimalisir gejala mabuk perjalanan pada anak. Untuk mengatasinya Sunny menyarankan harus hentikan motion atau gerakan yang terjadi.

Cara ini dapat dilakukan apabila anak sudah mabuk di perjalanan. Pengendara harus menghentikan dulu mobilnya sejenak. Istirahat sebentar di rest area bisa jadi alternatif. Dengan begitu anak bisa mendapatkan udara segar.

Baca juga: Power Nap, Obat Jitu Bila Ngantuk Saat Berkendara

Kemudian boleh makan dan minum dulu sebelum melakukan perjalanan agar perut anak tidak kosong. Jika perut kosong akan membuat anak rentan masuk angin.

Bila perlu dapat diberikan obat-obatan yang memang ditujukan untuk anti mabuk atau motion sickness. Obat pereda mabuk perjalanan yang beredar di pasaran dapat diberikan, namun sebaiknya diberikan khusus untuk anak-anak.

Orang tua juga harus menentukan dosis obat, bukan hanya sekedar usia tapi juga harus berdasarkan berat badannya.

“Jika anak sudah membaikm baru dapat melanjutkan perjalanan kembali,” tutup Sunny.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.