Moge Mesti Dikasih Jalan Karena Berat dan Panas Hanya Pembenaran

Kompas.com - 16/03/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAs.com - Touring sepeda motor khususnya motor besar (moge) kerap disorot oleh masyarakat, karena dianggap arogan di jalan dan dekat dengan perangai ugal-ugalan.

Contoh kasusnya terjadi belum lama ini, Dua bocah meninggal usai menjadi korban tabrak rombongan sepeda motor Harley-Davidson di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (12/3/2022), pukul 13.15 WIB.

Peristiwa berawal saat rombongan motor Harley melaju kencang dari arah Banjar menuju Pangandaran. Di sisi lain kedua bocah tersebut hendak menyeberang jalan.

Baca juga: Sering Hantam Lubang, Bikin Setir Mobil Speleng

Ada kesan pengendara Harley butuhkan pengecualian lebih dari pengguna jalan. Sebab motor asal Amerika Serikat tersebut berat dan panas, sehingga jalannya mesti ngebut atau kondisi kencang.

Komunitas Road GlIde Owner Group RGOG menjajal jalur kawasan Sekotong Lombok Barat menuju Selong Belanak Lombok Tengah dan berhenti di Kuta Mandalika Lombok Tengah. 17 orang mengunakan Moge Harley Davidson tertinggi di kelas Moge seharga 1,4 hingga 1,9 Milyar.Komunitas Komunitas RGOG Komunitas Road GlIde Owner Group RGOG menjajal jalur kawasan Sekotong Lombok Barat menuju Selong Belanak Lombok Tengah dan berhenti di Kuta Mandalika Lombok Tengah. 17 orang mengunakan Moge Harley Davidson tertinggi di kelas Moge seharga 1,4 hingga 1,9 Milyar.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, Harley memang berat dan panas tapi hal itu risiko naik moge, bukan berarti mesti diberikan pengecualian di jalan.

"Itu hanya pembenaran saja. Saya juga naik Harley dan ngajar Harley. Jadi itu pembenaran saja kalau bilang demikian. Memang berat, kalau berat iya bisa setengah ton, kemudian panas iya otomatis panas," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (15/3/2022).

"Tapi pertanyaanya ialah (apakah) dengan kondisi tersebut kita (berhak) minta eksklusifitas atau pengecualian, tidak, tidak seperti itu. Apakah harus dikawal tidak juga," kata Jusri.

Namun Jusri mengingatkan, jika memang ada rombongan yang sudah dikawal polisi maka mau tidak mau pengendara lain mesti mengikuti aturan pengawalan.

Baca juga: Power Nap, Obat Jitu Bila Ngantuk Saat Berkendara

Adu Spesifikasi Moge Cruiser Jepang, Kawasaki Vulcan S Vs Honda RebelDok. KMI Adu Spesifikasi Moge Cruiser Jepang, Kawasaki Vulcan S Vs Honda Rebel

"Masyarakat sendiri tidak paham pasal 134-135. Kalau ada pengawalan itu minggir, ada ambulance saja kita minggir. Jadi jangan semata dibebankan suatu kelompok tertentu," katanya.

"Ada kelopok sipil yang dikawal, hal itu tujuannya untuk memberikan notifikasi kepada pengguna jalan lain ada rombongan. Hati-hari, prioritaskan. Tapi mereka (masyarakat) tidak (mau kasih jalan)," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.