Daihatsu Tegaskan Recall Rocky Bukan Cacat Produk

Kompas.com - 12/03/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusul recall Toyota Raize, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga resmi mengumumkan perbaikan untuk Rocky.

Permasalahan duet SUV murah ini juga serupa, yakni dudukan shock absorber depan. Namun adanya kampanye recall menimbulkan anggapan cacat produk baik Rocky maupun Raize, karena memang keduanya diproduksi ADM.

Diketahui, ada 9.378 unit Rocky yang akan dicek kembali dan diberi penambahan las bila mengalami masalah untuk periode produksi 28 April sampai 7 Oktober 2021. Tapi sejauh ini Daihatsu baru menerima satu komplain.

Baca juga: Tak Hanya Rocky, Daihatsu Juga Recall Gran Max dan Luxio

Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM mengatakan, meski komplain yang diterima masih sedikit, tapi pihaknya berkomitmen menjaga kualitas, karena itu dilakukan recall.

Toyota RaizeKOMPAS.com/STANLY RAVEL Toyota Raize

Bahkan Amel menjamin posisi apron akan lebih kuat dengan tambahan 11 titik las, sehingga totalnya menjadi 25 titik dari desain awalnya yang hanya 14.

Dari hasil simulasi, diklaim adanya tambahan titik las menjamin masalah akan selesai serta tak terjadi potensi-potensi yang berbahaya.

"Jadi saya tegaskan, ini bukan salah cacat produk, sama sekali bukan. Tetapi kami bertanggung jawab terhadap kualitas dengan memberi tambahan kekuatan pada apron ini dengan 11 titik pengelasan. Kalau 14 titik sebelumnya telah dilakukan dengan benar, itu sebenarnya sudah cukup," ujar Amel kepada media saat konferensi pers secara virtual, Jumat (11/3/2022).

Amel menjelaskan, recall menjadi bagian dari citra Daihatsu yang mengutamakan kualitas produk. Dengan adanya program tersebut, menunjukkan bagian dari tanggung jawab pabrikan lantaran mobil yang diproduksi tak hanya untuk domestik saja tapi juga ekspor. 

Baca juga: Resmi, Toyota Recall 14.777 Raize di Indonesia

Test Drive Daihatsu RockyKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test Drive Daihatsu Rocky

"Kami yakin niat bagi kami melakukan recall akan diapresiasi positif karena recall adalah sesuatu yang biasa, semua brand pernah melakukannya," kata Amel.

Masalah

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.