Dampak Invasi Rusia, Harga Bahan Baku Catalytic Converter Meroket

Kompas.com - 10/03/2022, 08:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki minggu kedua. Dampaknya pun sudah dapat dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk otomotif.

Dikutip dari Thedrive.com, Rabu (9/3/2022), dampak terkini adalah meroketnya harga bahan baku untuk catalytic converter, yakni palladium.

Baca juga: Dampak Invasi ke Ukraina, FIM Beri Sanksi Semua Tim dan Pebalap Rusia

Untuk diketahui, Rusia merupakan negara pemasok tunggal dari logam yang sangat langka tersebut di seluruh dunia. Diperkirakan total ekspor komoditas ini pada 2021  mencapai 100 ton.

Ilustrasi bentuk catalytic converter pada knalpot sepeda motor.canadasmotorcycle.ca Ilustrasi bentuk catalytic converter pada knalpot sepeda motor.

Deposit paladium Norilsk-Talnakh yang terletak di atas Lingkaran Arktik di Rusia, dikendalikan oleh perusahaan Norilsk Nickel. Lokasi tersebut menyumbang sekitar 40 persen dari pasokan paladium dunia dan merupakan deposit terbesar yang diketahui di planet ini.

Logam paladium memiliki peran yang krusial pada catalytic converter di sistem pembuangan gas pada kendaraan. Belum lama ini, harganya mencapai 3.400,76 dolar AS per ons sebelum akhirnya turun dan stabil di angka 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 42,9 jutaan per ons.

Baca juga: Produsen Otomotif Jepang Setop Kegiatan Bisnis di Rusia

Paladium sendiri telah mengalami permintaan yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, standar emisi yang lebih ketat menuntut lebih banyak logam mulia untuk digunakan dalam mobil modern.

Catalytic convertermy-shoptalk Catalytic converter

Hasilnya, logam tersebut telah diperdagangkan di bursa untuk jumlah yang lebih besar dari emas selama tiga tahun belakangan ini.

Nilai yang tinggi juga disebutkan telah menyebabkan maraknya pencurian selama lonjakan harga sebelumnya. Sebab, mendaur ulang konverter lama adalah cara yang menguntungkan dan mudah untuk mengakses logam berharga seperti paladium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.