Pengusaha Bus Sambut Positif Kebijakan Tak Perlu Antigen

Kompas.com - 09/03/2022, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.

Isi dari SE tersebut, adanya perubahan syarat perjalanan orang menaiki transportasi darat. Sebelumnya orang yang sudah divaksin tetap harus melampirkan hasil negatif tes Antigen maupun PCR.

Sedangkan pada SE terbaru, orang yang sudah divaksin dua kali atau booster, tidak harus menyertakan hasil negatif tes. Syarat tes tersebut cuma berlaku untuk orang yang baru vaksin dosis pertama.

Baca juga: Begini Rasanya Naik Bus Listrik Transjakarta

Kondisi Terminal Bus Anjuk Ladang Nganjuk yang mulai sepi pengunjung, Rabu (5/5/2021).KOMPAS.COM/USMAN HADI Kondisi Terminal Bus Anjuk Ladang Nganjuk yang mulai sepi pengunjung, Rabu (5/5/2021).

Hadirnya SE tersebut pun disambut positif oleh pengusaha otobus. Salah satunya seperti yang diungkapkan Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Sumber Alam.

“Kita senang sekali menyambut aturan ini dan optimis, Lebaran 2022 bisa berjalan dengan baik,” ucap Anthony Kompas.com, Rabu (9/3/2022).

Perlu diingat, dua tahun terakhir selama pandemi, mudik bisa dibilang dilarang. Orang hanya boleh bepergian dengan syarat yang ketat ditambah adanya penjagaan di berbagai titik.

Baca juga: Nekat Lawan Arah Saat Macet, Toyota Calya Dipaksa Jalan Mundur

Walaupun sampai saat ini belum ada kebijakan lain mengenai mudik, syarat bepergian yang baru ini menjadi angin segar para pengusaha transportasi. Setidaknya okupansi penumpang bisa terus meningkat dan membaik.

“Harapannya, masyarakat tetap menjaga prokes sehingga lancar semua dan kita bisa pulih, ekonominya, Lebarannya, dan kegiatan normal,” kata Anthony.

Mengenai okupansi, Anthony mengatakan kalau pada Februari 2022 sudah lebih baik dibanding tahun lalu. Selain itu di bulan Maret ini, sudah meningkat dibandingkan Februari 2022.

“Bulan lalu sudah mencapai 55 persen. Bulan ini masih berjalan, tapi hingga saat ini ya sudah 60-an persen, semoga ini jadi indikator yang baik,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.