Kompas.com - 25/02/2022, 19:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat perluasan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, ini dilakukan dalam upaya menumbuhkan ekosistem electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik.

"Kami terbuka berkerja sama dengan perusahaan yang tertarik," katanya dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Indonesia dan Korea Selatan Sepakat Soal Industri Kendaraan Listrik

Fasilitas SPKLU Hyundai di diler Hyundai GowaHyundai Gowa Fasilitas SPKLU Hyundai di diler Hyundai Gowa

Guna memudahkan pihak yang berminat jadi mitra dalam penyediaan SPKLU, PLN telah menyediakan website https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu.

Melalui situs tersebut, nantinya para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU bisa mendaftar secara mudah.

"Setelah para pengusaha mengakses, langsung ada kolom menjadi mitra. Ikuti saja langkahnya, kemudian PLN akan segera menindaklanjuti," ujar Agung.

PLN juga akan menyediakan surat izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL) milik PLN bagi siapa saja yang ingin berkerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaannya.

Baca juga: Bisakah Indonesia Membuat Mobil Listrik Nasional?

 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) Dok. PLN Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero)

Sementara itu, mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU.

Agung mengatakan, PLN saat ini mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerja sama ini supaya lebih atraktif dan efektif mendukung pengembangan ekosistem EV.

"Jadi, bisnis ini sangat menguntungkan. Kami mengajak pelaku usaha untuk ikut membangun SPKLU sesuai dengan skema kerja sama kemitraan berbasis revenue sharing dengan sharing economy model," kata dia.

"Ini bisa jadi salah satu peluang bisnis baru bagi semua pihak. Tidak hanya terbatas di kota besar, tetapi seluruh pelosok Indonesia," lanjut Agung.

Baca juga: Kata Kemenhub Soal Banyaknya Pemalsuan Kartu Uji Kir

SPKLU di Ruas Tol Trans JawaJasamarga Related Business (JMRB) SPKLU di Ruas Tol Trans Jawa

Peluang bisnis tersebut terbukti lewat penjualan mobil listrik yang mampu naik hingga 46 persen di 2020. Ini berbanding terbalik dengan penjualan mobil konvensional yang merosot sampai 14 persen.

Ditambah lagi, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.