Kata Kemenhub Soal Banyaknya Pemalsuan Kartu Uji Kir

Kompas.com - 25/02/2022, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bagian dari pencegahan truk over dimensi over loading alias ODOL, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengetatkan bukti uji kendaraan atau KIR guna menghindari adanya pemalsuan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan, sejak 2020, Kemenhub sudah resmi mengganti bukti uji KIR dengan format lebih modern yang dirancang agar bisa membaca data kendaraan.

"Pada 2020 kami telah mengganti buku uji KIR yang sebelumnya karena banyak memiliki kelemahan seperti pemalsuan, sehingga diganti dengan BLUe yang di dalamnya ada cip dan terdapat data lengkap kendaraan," ujar Budi, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (25/2/2022).

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Tidak Ada Undang-undang Khusus ODOL

Budi mengatakan, BLUe sendiri merupakan kependekan dari Bukti Lulus Uji elektronik, di mana pada bagian kartu tertanam cip yang bisa membaca data mengenai truk atau angkutan barang yang sudah melakukan pengujian.

Kartu Uji KIRKEMENHUB Kartu Uji KIR

Dengan demikian, ketika ada pemeriksaan, petugas hanya cukup melakukan pemeriksaan secara digital pada kartu tersebut. Namun, Budi mengakui memang upaya untuk menekan pemalsuan KIR melalui BLUe masih belum optimal.

Kondisi tersebut lantaran masih adanya oknum-oknum yang bisa mengakali BLUe, dan memasarkannya yang bahkan tanpa diketahui oleh sopir atau pemilik truk yang melakukan uji berkala. Hal ini diketahui dari beberapa kasus, contoh pemalsuan yang dilakukan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Singosarai, Malang, pada 2020 lalu.

Menurut Budi, kebanyakan pelaku atau oknum yang melakukan pemalsuan dengan kedok biro jasa, dulunya pernah bekerja di bidang perhubungan yang saat ini statusnya sudah pensiun.

Baca juga: Jawaban Kemenhub Soal Permintaan Zero ODOL Ditunda hingga 2025

"Pemalsuan ini biasanya banyak pengemudi yang tak mau repot tak bawa mau bawa kendaraan minta tolong sama calo. Nah, calo atau biro jasa ini banyak yang memainkan pemalsuan ini. Kartu yang dikasih kebanyakan palsu, tidak ada cip di dalamnya, dan memang tak bisa dilihat kasat mata harus menggunakan reader khusus, kalau sekarang sudah bisa petugas dengan modal handphone saja," ujar Budi.

Kartu BLUe Uji KIRKEMENHUB Kartu BLUe Uji KIR

"Para pemalsu mungkin dulunya orang perhubungan sehingga tahu tata caranya teknisnya seperti kasus yang di Jakarta Utara, Malang, dan Kalimantan Selatan. Tapi secara bertahap, yang palsu ini akan mudah diketahui, karena sekarang tak perlu alat khusus, petugas sudah bisa melalui handphone," ujar Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.