Disebut Tak Sesuai Spek, Ini Teknologi Aspal Sirkuit Mandalika

Kompas.com - 15/02/2022, 15:35 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sirkuit Mandalika sudah selesai menggelar tes pramusim MotoGP 2022. Selanjutnya sirkuit jalan raya di Lombok, NTB, itu akan menggelar balapan pada 18-20 Maret 2022.

Usai menjalani tes pramusim ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan. Jurnalis balap asal Inggris, Simon Patterson, menulis soal kondisi lintasan Sirkuit Mandalika.

Mengutip The Race, Patterson menulis bahwa trek di Sirkuit Mandalika tidak sesuai dengan spesifikasi, yang didapatnya setelah berbicara dengan sumber di paddock.

Baca juga: Belajar Menyetir, Pilih Pakai Mobil Besar atau Kecil?

Dituliskan bahwa komposisi batu yang direkomendasikan konsultan tak dipakai di lintasan Sirkuit Mandalika. Lintasan sirkuit disebut memakai batu yang ditambang secara lokal.

Aspal di lintasan Sirkuit Mandalika usai perhelatan World Superbike pada Minggu (21/11/2021).Kompas.com/Alsadad Rudi Aspal di lintasan Sirkuit Mandalika usai perhelatan World Superbike pada Minggu (21/11/2021).

Jenis batu yang dipakai itu tidak menempel dengan benar di aspal. Karena itu dengan kecepatan motor yang kencang dapat membuat batu terhempas.

Hal ini berbeda saat Sirkuit Mandalika menggelar seri terakhir WSBK 2021. Tidak ada masalah  karena tenaga motor WSBK lebih rendah dan hujan membuat suhu di trek lebih dingin.

Pada September 2021, Dwianto Eko Winaryo, Direktur Kontruksi dan Pengembangan dari Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA), mengatakan bahwa lapisan permukaan sirkuit memakai material terbaik.

"Kami mencoba mencoba mencari tahu pebalap itu kepinginnya seperti apa, kami dapat input bahwa dengan tipe aspal Stone Mastic Asphalt (SMA), memberikan makro tekstur yang lebih baik buat pebalap," katanya dalam konferensi virtual, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Tes Psikologi Dibutuhkan Untuk Pengemudi Transjakarta

Dwianto Eko Winaryo Direktur Kontruksi dan Pengembangan MGPAFoto: Tangkapan layar konferensi virtual Dwianto Eko Winaryo Direktur Kontruksi dan Pengembangan MGPA

Dwi mengatakan, aspal SMA memberikan grip yang baik dan pada saat yang sama memberikan resistensi yang baik saat pebalap melakukan pengereman.

"Seakan-akan pada saat mereka akselerasi itu mendapat gripnya dan saat deselerasi mereka juga bisa mengontrol motornya dengan baik," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Race
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.