Kompas.com - 13/02/2022, 16:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penegakan hukum dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) memungkinkan petugas tidak bertemu langsung dengan pelanggar di lapangan.

Penetapan tersangka didasarkan pada hasil rekaman CCTV yang terkoneksi dengan pusat, yang dikonversi dalam bentuk foto atau video sebagai alat bukti di pengadilan.

Baca juga: Dyandra Promosino Juga Menjual Tiket MotoGP di Mandalika GP Hub

Setelah menganalisa pelanggaran yang masuk dalam back office, petugas kemudian mengirim surat konfirmasi sesuai dengan alamat pelanggar yang tercantum dalam STNK.

Petugas TMC Polres Blitar Kota mengawasi layar monitor yang terhubung pada kamera pengawas di tiga titik penerapan ETLE di Kota Blitar, Senin (27/12/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Petugas TMC Polres Blitar Kota mengawasi layar monitor yang terhubung pada kamera pengawas di tiga titik penerapan ETLE di Kota Blitar, Senin (27/12/2021)

Pemilik kendaraan wajib memberikan klarifikasi mengenai identitas pengemudi dan kendaraan yang melalukan pelanggaran sesuai dengan data yang tercantum dalam konfirmasi.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, penetapan tersangka ini mesti diperhatikan. Sebab tujuan surat konfirmasi dan klarifikasi yaitu untuk memastikan identitas pelanggar dan kendaraan yang dipakai.

Hal tersebut penting karena akan digunakan oleh petugas untuk menetapkan tersangka dan jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran.

"Salah dalam menulis dan menetapkan tersangka dalm buku tilang dapat berkonsekuensi terhadap masalah masalah hukum berupa praperadilan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/2/2022).

Baca juga: Pantauan Harga Bekas Honda Win 100, Bisa Tembus Rp 20 Juta

Pemasangan kamera tilang elektronik di Solo, Jawa TengahArif Nugrahadi Pemasangan kamera tilang elektronik di Solo, Jawa Tengah

Budiyanto menilai hal tersebut sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi No 21/PUU-XII/2014 tentang penetapan tersangka sebagai obyek pra peradilan.

"Putusan tersebut lebih mengedepankan aspek hak azasi manusia dan kepastian hukum bagi seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Budiyanto.

"Jadi jelas bahwa mekanisme pengiriman surat konfirmasi dalam sistem penegakan hukum E-TLE dan pemilik wajib memberikan klarifikasi bertujuan untuk memastikan identitas pelanggar dan kendaraan yang dipakai untuk melakukan pelanggaran lalu lintas," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.