Kompas.com - 11/02/2022, 20:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com— Meskipun diperbolehkan jika kondisi kehamilan memungkinkan, namun mengendarai mobil sendiri tetap berisiko bagi wanita dan janin yang ada di kandungan.

Wanita hamil yang mengendarai mobil menjadi hal yang riskan bagi banyak orang. Oleh karena itu, keamanan wanita hamil saat menyetir mobil sendiri harus tetap terjaga.

Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting menyebutkan jika ada beberapa kondisi harus dilakukan oleh wanita hamil saat mengendarai mobil.

Baca juga: Berikut Tarif Resmi Tol Cisumdawu Seksi I Cileunyi-Pamulihan, Mulai Rp 6.000

“Kalau wanita hamil itu sering buang air kecil. Maka sebaiknya lakukan pemetaan titik berhenti untuk ke toilet. Sekalian stretching dan jalan-jalan sedikit saat di rest area,” kata Roslianna.

Roslianna juga menyarankan agar pengemudi wanita yang hamil menjauhkan posisi duduk dari kemudi mobil. Namun, pastikan jika pada posisi tersebut tetap dapat mengoperasikan pedal dengan baik.

Tujuannya adalah untuk menghindari tekanan dari airbag yang mengembang. Sehingga apabila ada kecelakaan terjadi, airbag tidak langsung mengenai perut.

Ilustrasi pengemudi mobil di jalan. UNSPLASH/takahiro taguchi Ilustrasi pengemudi mobil di jalan.

Kemudian, melakukan pengaturan naik atau turunnya kemudi mobil, sehingga tidak terlalu dekat dengan perut calon ibu. Untuk amannya lebih baik jangan mengemudi di 3 bulan masa kehamilan pertama.

Biasanya wanita masih merasakan mual, muntah dan mudah lelah, jadi Roslianna menyarankan sebaiknya menyetir mobil di bulan ke 4 – 6 saja.

Pada 3 bulan kehamilan pertama, kondisi kehamilan masih riskan dan resiko keguguran tinggi meskipun tidak mengemudi. Begitupun saat usia kandungan masuk ke bulan 7 – 9.

Baca juga: Motor dan Wearpack Sampai Dekil, Ini Penyebab Trek Sirkuit Mandalika Kotor

Kandungan di usia ini sudah cukup beresiko karena kondisi perut sudah terlalu dekat dengan kemudi.

Kondisi tubuh wanita hamil di masa itu akan mudah lelah dan tidak nyaman. Sehingga sangat bahaya jika menyetir saat usia kandungan tersebut.

Oleh karena itu, Roslianna menyarankan cara yang paling aman adalah wanita hamil menjadi penumpang saja jangan menyetir sendiri.

“Kalau kondisi kehamilan aman tidak masalah dan sudah dipastikan dari Dokter kandungan mengizinkan, boleh mengendarai mobil hanya dengan jarak dekat ,” tutup Roslinna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.