Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suzuki Tak Mau Ikuti Ducati Pakai Alat Penurun Suspensi Depan

Kompas.com - 11/02/2022, 18:21 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki tidak memiliki rencana untuk mengikuti jejak Ducati dengan memakai sistem front ride-height atau penurun suspensi depan di MotoGP musim ini.

Pemimpin proyek dan manajer tim MotoGP Suzuki Shinichi Sahara mengatakan, pihaknya tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan sistem penurun ketinggian depan di GSX-RR.

Baca juga: Buat yang Belum Tahu, Ini Alasan Wajib Matikan Mesin Saat Isi Bensin

“Sistem (depan) kami saat ini hanya berfungsi untuk start. Jadi selama balapan atau berada di trek, sistem itu tidak berfungsi untuk kami,” kata Sahara mengutip Crash.net, Jumat (11/2/2022).

Pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP Alex Rins berpose di samping sepeda motor balapnya saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022).ANDIKA WAHYU Pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP Alex Rins berpose di samping sepeda motor balapnya saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022).

Sahara mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum tertarik dengan hal tersebut. Suzuki masih menggunakan hole shot bagian belakang saja.

Meski belum dipakai, Sahara mengatakan bukan berarti Suzuki tidak bisa melakukannya. Menurutnya Suzuki bisa saja membuatnya dan punya kemampuan mengembangkan teknologi serupa.

"Kami mengerti bagaimana membuat sistem, kami juga tahu metode untuk mengembangkannya, tetapi kami tidak benar-benar berpikir untuk menggunakan sistem ini setidaknya untuk tahun ini," katanya.

Baca juga: Ganjil Genap di Bandung Akhir Pekan Ini, Catat Waktu dan Lokasinya

Sahara mengakui bahwa setelah dipakai Ducati, Suzuki dan pabrikan lain secara tak langsung akan dipaksa untuk mengembangkan perangkat tersebut jika "itu menjadi teknologi umum."

Shinichi SaharaFoto: Suzuki-MotoGP.com Shinichi Sahara

"Saya tahu beberapa pabrikan mencoba menggunakan ini selama mereka berjalan, di depan. Oke, jika itu menjadi teknologi umum untuk bersaing, oke kita harus mencoba ini dan harus menggunakan ini," katanya.

Baca juga: Tes Pramusim MotoGP, Polda NTB Lakukan Penyekatan Jalan Menuju Sirkuit Mandalika

“Tetapi ini (akan) memaksa kami untuk memiliki lebih banyak anggaran ekstra, untuk mengembangkannya. Saya juga tidak tahu apakah ini cara yang baik bagi kami untuk memiliki kecepatan lebih di trek lurus, dalam hal keselamatan," katanya.

"Jadi sebenarnya kami harus membahas tentang ini dengan sangat hati-hati, saya pikir," kata Sahara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Crash.net
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.