Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan Anak Gubernur Kaltara, Ini Kondisi yang Bisa Membuat Mobil Terbakar

Kompas.com - 09/02/2022, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan tunggal yang menewaskan anak Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, AKP Novandi Arya Kharisma terjadi di Jalan Raya Pasar Senen, Senen Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022) dini hari.

Sedan berkelir hitam tersebut menabrak separator busway dan terbakar. Sayangnya pengemudi dan satu penumpangnya tidak sempat menyelamatkan diri dari kendaraan dan meninggal dunia.

Dikutip dari Kompas.com, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menduga mobil melaju dalam kecepatan yang tinggi sampai akhirnya menabrak separator busway.

Baca juga: Ini 3 Faktor yang Bisa Bikin Mobil Terbakar

Ilustrasi mobil terbakarfunnyordie.com Ilustrasi mobil terbakar

"Mungkin dengan kecepatan yang cukup tinggi sehingga kemudian menabrak separator itu menimbulkan percikan api," kata Sambodo.

Mengenai kecelakaan tunggal sampai menyebabkan mobil terbakar, kira-kira apa saja kemungkinan yang bisa menyebabkannya?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, ada dua kemungkinan yang bisa menyebabkan mobil terbakar ketika mengalami kecelakaan, yakni masalah saluran bahan bakar dan korsleting atau arus pendek listrik.

Baca juga: Pilihan SUV Bekas di Bawah Rp 70 Juta per Februari 2022

“Tabrakan itu kadang sangat keras, sehingga terjadi kebocoran pada pipa bahan bakar yang berada di area mesin. Sehingga, ketika kebocoran bertemu dengan panas atau percikan api, akhirnya terbakar,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (9/2/2022).

Suparna menjelaskan, syarat kebakaran ada tiga, pertama bahan yang mudah terbakar (BBM), oksigen atau udara, dan pemantik api. Titik api ini bisa muncul karena adanya benturan, jika di mobil bisa antara besi dengan besi.

“Kedua, bisa juga karena saluran kelistrikan yang terbentur dan terjadi short circuit atau hubungan arus pendek. Jadi saat benturan itu kabelnya terkelupas, kabel positif dan negatif bertemu, maka terjadi titik api,” kata Suparna.

Ruang mesin Toyota HarrierPAULTAN.org Ruang mesin Toyota Harrier

Kondisi sistem kelistrikan yang rusak ini juga bisa menyebabkan kebakaran walaupun tidak ada kebocoran bahan bakar. Hal ini disebabkan bahan yang mudah terbakarnya adalah dari pelapis kabel yang terkelupas.

“Bungkusnya kabel itu kan mudah terbakar juga kalau kena panas. Jadi sedikit demi sedikit dan akhirnya membakar kendaraan,” ucapnya.

Jadi kemungkinan mobil terbakar saat kecelakaan itu karena benturannya yang keras sampai merusak saluran bahan bakar ke ruang mesin dan sistem kelistrikan. Jika keduanya rusak, mobil semakin cepat terbakar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.