Istana Anggarkan Rp 7,9 Miliar untuk Beli 4 Mobil Baru

Kompas.com - 09/02/2022, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) akan membeli empat mobil baru berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) serta commuter untuk keperluan Istana Kepresidenan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan mobil terkait nantinya ditujukan untuk kegiatan kenegaraan, seperti digunakan tamu-tamu negara saat berkunjung ke Tanah Air.

Meski masih enggan menyebutkan secara rinci produknya, anggaran yang telah dirumuskan untuk pengadaan kendaraan ini sebesar Rp 7,9 miliar, setelah dikoreksi dari Rp 8,3 miliar. Anggaran berasal dari APBN 2022.

Baca juga: Selain LCGC, Ini Daftar Mobil Calon Penerima Insentif PPnBM

Mobil yang disiapkan untuk tamu negara dan tamu pendukung acara upacara pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RIsetkab.go.id Mobil yang disiapkan untuk tamu negara dan tamu pendukung acara upacara pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI

"Jadi hanya membeli empat saja, jadi bukan 36 diganti ya. Hanya punya anggaran (untuk beli) empat unit," kata dia, Selasa (8/2/2022).

"Pengadaan kendaraan ini adalah untuk kegiatan kenegaraan dan tamu-tamu negara," lanjut Heru.

Menurutnya pengadaan mobil baru di lingkungan Istana Kepresidenan ini sudah melalui proses kajian secara mendalam yang disusun bersama-sama dengan Biro Umum, Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden.

Kemudian, sudah disepakati pula proses pengadaannya yang dilakukan secara bertahap mulai periode 2019-2024.

"Jadi memang untuk anggaran juga sudah direncanakan sejak awal. Di samping itu, beberapa unit kendaraan yang diadakan merupakan peremajaan kendaraan yang telah dihapuskan pada 2021 ini," ujarnya.

Baca juga: Mobil Sejuta Umat Toyota Bisa Tidak Menikmati PPnBM-DTP

Mobil kepresidenan Indonesia-1 saat menjajal Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018).Fabian Januarius Kuwado Mobil kepresidenan Indonesia-1 saat menjajal Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018).

Heru pun menjelaskan mengapa pemerintah tidak menyewa mobil saja apabila untuk keperluan para tamu negara. Menurut dia, ada pertimbangan pelayanan dan keamanan.

"Kadang-kadang kalau kita sewa kan waktunya mepet, lalu pelayanan tidak maksimal. Terus kalau tamu negara itu harus benar-benar safety kan, harus diteliti," ujarnya.

"Tentunya kami juga menerima dan mempertimbangkan masukan apabila anggaran ini direalokasikan untuk kepentingan yang lebih prioritas/mendesak," kata Heru lagi.

Adapun dalam laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, pemenang tender pengadaan barang adalah PT Satria Internusa Perkasa.

Berlokasi di Pancoran Mas, Depok, harga penawarannya sebesar Rp 7,9 miliar. Kontrak pengadaan telah ditandatangani pada 4 Februari 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.