Pertimbangan Pemerintah Perpanjang Insentif PPnBM di Sektor Otomotif

Kompas.com - 08/02/2022, 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi perpanjang masa pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) untuk kendaraan bermotor hingga September 2022.

Dengan berbagai penyesuaian, aturan tersebut tertuang dalam PMK No.5/PMK.010/2022 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022.

Dikatakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, beleid itu berisi desain baru insentif yang disesuaikan dengan kondisi pemulihan sektor otomotif ke depan.

Baca juga: Berlaku buat Pelat Luar Kota, Ini Lokasi Ganjil Genap di Bandung

Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"PPnBM-DTP untuk kendaraan bermotor sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah di tengah pandemi Covid-19," katanya pada keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022).

"Dengan diberlanjutkannya insentif ini, diharapkan kinerja otomotif yang strategis bagi perekonomian bisa terus menguat dan kembali ke level di sebelum pandemi, atau bahkan lebih baik tahun 2022," lanjut Febrio.

Menurut dia, perpanjangan insentif PPnBM DTP ini berada dalam koridor keberlanjutan program Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022.

Program PEN 2022 sendiri dilanjutkan dengan fokus terhadap penciptaan lapangan kerja dengan tetap melanjutkan penanganan kesehatan serta perlindungan masyarakat.

Insentif fiskal yang tajam dan terukur diharapkan bisamenjaga momentum pemulihan ekonomi. Pasalnya, perekonomian nasional melaju dengan kuat hingga triwulan keempat tahun lalu, yang tumbuh sebesar 5,02 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Lengkap, Skema Insentif PPnBM Pembeliaan Mobil Tahun Ini

Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Adapun peran PPnBM-DTP di sektor otomotif sendiri, tidak kalah penting berkontribusi di dalamnya. Mengingat, tingkat pertumbuhan perdagangan kendaraan bermotor mampu bangkit dari kontraksi 14,1 persen di 2022 menjadi tumbuh 12,1 persen di 2021.

Begitu juga pada sisi produksi, industri alat angkutan melonjak dari minus 19,9 persen di 2022 menjadi meningkat signifikan 17,8 persen pada 2021.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.