Swap Engine pada Mobil, Jangan Cuma Asal masuk

Kompas.com - 04/02/2022, 18:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menukar mesin atau engine swap merupakan salah satu upaya modifikasi agar kendaraan memiliki performa yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk mobil berusia tua yang ingin digunakan kembali sebagai kendaraan harian atau keperluan perlombaan alias kontes modifikasi.

Namun laiknya pengubahan, perlu ada beberapa sektor yang patut untuk diperhatikan supaya tidak menimbulkan masalah baru, seperti dikatakan Imam Choiri alias Apre selaku pemilik bengkel AP Speed.

Baca juga: Mobil Sulit Distarter, Jangan Langsung Salahkan Aki

Suzuki Jimny Jangkrik Swap Engine Karimun Turbo 1.000 ccKOMPAS.com/Ruly Suzuki Jimny Jangkrik Swap Engine Karimun Turbo 1.000 cc

Menurutnya, paling tidak ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan sebelum kendaraan terkait melakukan perubahan mesin.

"Pertama, perhatikan luas ruang mesin mobil terkait dahulu. Sebab jika tidak pas terpaksa harus dibobok dan ini sebisa mungkin dihindari. Cari saja yang sesuai dengan ruang mesin mobil," katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Ketika tidak pas, maka rasio girboks yang ada pada mesin bawaan berkemungkinan tidak mampu mengakomodir. Jika itu terjadi, mobil bakal menemui banyak masalah saat digunakan.

"Alhasil, tidak bisa digunakan secara optimal maupun harian. Perlu diketahui, setiap jenis mesin itu rasio gear-nya berbeda-beda," ujar Apre.

"Lalu perhatikan juga wiring agar semua kelistrikan terpasang dan terbaca oleh ECU. Sehingga, seluruh fitur bisa berfungsi, jangan sampai mengorbankan salah satunya," tambah dia.

Baca juga: Ini Kesalahan Umum Pengemudi Pemula Saat Masuk Jalan Tol

Ilustrasi servis di bengkel mobil CARfixCARfix Ilustrasi servis di bengkel mobil CARfix

Apre memaparkan, bila memang ingin menggunakan ECU yang lama jangan lupa pastikan apakah crank sensor yang ada pada mesin baru bisa terkoneksi atau tidak.

Menurut dia, meskipun penggantian mesin masih dari jenis merek mobil yang sama tapi dengan tipe mesin berbeda, hal itu tak menjamin apakah ECU-nya bisa sesuai.

Kalaupun bisa, tidak menutup kemungkinan ada beberapa fitur atau sensor yang tidak terbaca oleh engine management mobil tersebut.

"Kalau sudah, lihat lagi intercooler dan radiator apakah posisinya baik atau tidak. Banyak sekali yang harus diperhatikan saat swap engine, tidak hanya beli mesinnya saja. Konsultasikan dengan bengkel terpercaya," tutup dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.