Modifikasi Mobil Pakai Pelek Replika Apakah Aman?

Kompas.com - 03/02/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengganti pelek mobil bisa menjadi langkah awal untuk melakukan modifikasi. Namun, ada beberapa pertimbangan ketika mau membeli pelek, salah satunya adalah budget.

Jika memiliki budget yang terbatas, pele replika bisa menjadi pilihan dibanding original. Bentuknya yang mirip namun dengan harga yang lebih murah menjadi nilai tambah dari memilih pelek replika dibanding original.

Tapi, jika mobil digunakan harian, apakah aman modifikasi menggunakan pelek replika?

Baca juga: Modifikasi Pelek Bisa Pengaruhi Konsumsi BBM

Mitsubishi Xpander modifikasi yang menggunakan pelek replika VolksracingGridOto.com Mitsubishi Xpander modifikasi yang menggunakan pelek replika Volksracing

Bambang Widjanarko, Rim & Tire Consultant serta Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah dan DIY mengatakan, pelek replika yang dijual sudah dibuat di pabrik yang punya kualitas baik, namun memang tidak punya lisensi atau hak cipta dari model pelenya.

“Kualitas yang dibuat pabrik pelek replika itu tetap baik. Replika dari Thailand, Taiwan dan China bisa dikatakan yang terbaik untuk menjiplak pelek dari Jepang, Jerman, Amerika atau Swiss,” ucap Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Bambang menjelaskan, perbedaan lain anatara pelek replika dengan original adalah campuran bahan yang digunakan. Misalnya untuk pelek original, campuran bahan magnesium lebih banyak daripada pelek replika.

Baca juga: All New Honda Vario 160 Resmi Meluncur, Adopsi Mesin PCX

“Kadar magnesium yang lebih banyak membuat pelek original lebih enteng. Jadi yang membedakan replika dan original hanya di bobotnya saja yang lebih berat,” kata Bambang.

Menurut Bambang, pelek replika aman saja untuk digunakan, yang bahaya yaitu membeli pelek rekondisi. Pelek rekondisi merupakan pelek bekas yang sudah dipermak sehingga terlihat baru lagi, padahal bisa saja sudah ada retak-retak halus.

“Velg kalau sudah dipakai, lubang bautnya pasti akan longgar. Kemudian jika ada retak rambut atau halus di peleknya, saat digunakan akan semakin besar dan berpotensi pecah peleknya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.