Ini Risiko Bila Berada di Belakang Truk Terlalu lama

Kompas.com - 28/01/2022, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com –  Selain menjaga keamanan jarak, mengemudikan mobil pribadi juga tidak boleh terlalu lama berada di belakang truk. Ada banyak risiko yang mengintai jika mengemudikan mobil terlalu lama dan mepet di belakang truk.

Mulai dari blindspot, mobil truk oleng atau kejadian kemudian rem blong menjadi ancaman saat mengendarai mobil di belakang truk.

Karena dimensi truk besar maka blindspot bagi pemilik mobil pribadi jadi tertutup.
Misalnya saat akan bergerak maju, otomatis saat melihat terlalu dekat maka melihat ke depan susah.

Baca juga: Skutik Suzuki Burgman 400 Dapat Warna Baru, Harga Tembus Rp 150 Jutaan

 Agar lebih mudah terlihat atau jarak pandang lebih luas, maka harus jaga jarak lebih jauh dan sebagainya.

Bila mengambil keputusan untuk mengendarai di dekat truk, hal yang harus diwaspadai dan ada risikonya saat mendekati.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan kendaraan besar seperti truk atau bus biasanya fatal bila mengalami kecelakaan.

“Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk atau bus korban nyawanya lebih banyak dan fatal Hal ini karena bobotnya lebih berat,” kata Sony baru-baru ini pada kompas.com.

Sony menyebutkan jika saat terjadi kecelakaan beruntun akibat rem blong, untuk menghentikan kejadian tidak hanya memakan satu mobil, namun perlu lima mobil atau lebih.

Meskipun pengemudi cukup istirahat, banyak pengemudi yang tidak berkompetensi. Misalnya pengemudi truk belum punya SIM B1 atau B2. Kemampuan mengendarai truk sangat mengancam keselamatan.

Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi truk ODOL di jalan tol.

Oleh sebab itu, saat berada di belakang truk, pengemudi harus berikan tanda isyarat dengan komunikasi dari klakson. Ini bisa jadi metode ketika kita ingin mendahului truk dan memberikan tanda atau informasi pada pengendara truk.

Tidak hanya menyalakan klakson atau lampu di malam hari, namun ada langkah berikutnya. Langkah selanjutnya yakni pemilik mobil wajib mengamati dari kaca spion.

Baca juga: Harga Naik, Hyundai Kona dan Ioniq EV Inden Satu Bulan

Apabila saat melihat kaca spion ada mata dari pemilik truk, itu berarti ada kontak mata. Kontak mata itu membuktikan jika komunikasi lewat klakson berhasil.

Tapi ada pula pengemudi truk yang ketika di klakson tidak mendengar karena suara gaduh dari mesin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.