Update Korban Kecelakaan Truk di Rapak Balikpapan dan Kronologi Kejadian

Kompas.com - 21/01/2022, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan truk yang diduga mengalami rem blong terjadi di Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Truk menabrak kendaraan lain di depannya yang sedang berhenti menunggu pergantian lampu merah.

Sebelumnya disebutkan kecelakaan tersebut merenggut lima nyawa tapi setelah diperiksa hingga pukul 11.54 WITA. Pihak kepolisian meralat jumlah korban meninggal jadi berjumlah empat orang dan satu kritis.

Data tersebut diterima berdasarkan hasil koordinasi dengan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Baca juga: Belum Resmi Hadir, Peugeot Indonesia Sudah Buka Order New 2008

Kemacetan di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, imbas kecelakaan truk di Cilincing, Jumat (21/1/2022).Instagram/@jktinfo Kemacetan di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, imbas kecelakaan truk di Cilincing, Jumat (21/1/2022).

"Meninggal dunia empat orang," demikian keterangan resmi. "Kritis 1 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 17 orang," dikutip dari KOMPAS TV, Jumat (21/1/2022).

Adapun kronologis kecelakaan bermula dari truk tronton bermuatan kontainer 20 kaki yang mengangkut kapur pembersih air bergerak menuju Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Truk bernomor polisi KT-8534-AJ itu dikendarai MA (48). Begitu tiba di depan Rajawali Foto, sang sopir mulai mengurangi persneling dari empat ke tiga.

Baca juga: Kerap Menyebabkan Kecelakaan, Sopir Truk Butuh Sertifikasi Kompetensi

Balancing ban trukFLICKR Balancing ban truk

Namun saat berada di depan Bank Mandiri, persis jalan turunan simpang Muara Rapak, rem truk sebesat 20 ton itu diduga blong alias tak berfungsi.

Akibatnya, truk tersebut meluncur dan menabrak pengendara yang sedang berhenti mengantre menunggu pergantian lampu merah di traffic light Muara Rapak.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan contoh bahwa jam operasional truk dan kendaraan besar punya jam operasional yang berbeda.

"Itu yang bisa jawab Dishub atau Polisi (soal waktu pembatasan dan operasional dan truk)," kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Polri Sebut Kecelakaan Truk di Rapak Balikpapan karena Rem Blong

Detik-detik kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta, Muara Rapak, Balikpapan Utara pagi ini, Jumat (21/1/2022).HO/Tangkapan Layar CCTV DISHUB BALIKPAPAN Detik-detik kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta, Muara Rapak, Balikpapan Utara pagi ini, Jumat (21/1/2022).

"Tapi dari sisi safety kenapa mereka (truk besar) tidak boleh jalan saat siang atau pagi hari karena di situ banyak sekali lalu-lintas penduduk yang beraktivitas di jalan raya. Tidak mungkin yang kecil dan besar dicampur aduk," katanya.

Sony mengatakan, kecepatan kendaraan kecil berbeda denngan kendaraan besar semisal truk dan bus, kemudian kendaraan kecil kerap selap-selip, sedangkan truk berjalan pelan.

"Nah dia (truk besar) harusnya jalannya malam menurut keselamatan, kenapa sebab selain sepi dan ada jam-jam tertentu juga sebaiknya dikawal," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.