Kecelakaan Rapak Balikpapan, Kenapa Rem Truk Sering Blong?

Kompas.com - 21/01/2022, 16:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi kecelakaan maut truk yang menabrak belasan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah di Simpang Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi.

Pada video CCTV yang beredar di media sosial, terlihat truk yang diduga mengalami rem blong meluncur tidak terkendali. Sayangnya banyak kendaraan di depannya yang sedang berhenti menunggu lampu merah.

Kejadian ini memang masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian, terkait penyebab pastinya. Namun jika diperhatikan, kejadian rem blong memang kerap dialami kendaraan besar seperti truk atau bus.

Baca juga: Kecelakaan Truk di Rapak Balikpapan, Kenapa Sopir Tidak Buang Badan Truk ke Kiri?

Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Istimewa Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita.

Lalu kenapa rem blong kerap dialami truk tapi jarang sekali kejadiannya pada kendaraan kecil seperti mobil penumpang?

Puti Annisa, Marketing Communication PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan, dari beban total dua kendaraan tadi sudah berbeda jauh. Untuk truk, biasanya punya berat yang lebih besar, apalagi jika mengangkut muatan yang berlebihan (over loading).

“Apalagi truk suka disiksa penggunaannya, sampai 24 jam per tujuh hari. Berbeda dengan mobil penumpang yang pemakaiannya tidak sesering itu,” kata Nisa kepada Kompas.com, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Sah, Daihatsu Mulai Turunkan Harga Ayla dan Sigra

Selain itu, pemilik truk juga kerap menyepelekan perawatan, salah satunya komponen rem. Jadi truk seakan tidak punya waktu untuk beristirahat karena harus dipakai kerja terus menerus.

Reiner Tandiono, Technical Warranty Field Dept. Head PT IAMI menambahkan, ketika truk membawa beban yang berlebih, kemampuan rem akan berkurang karena tidak sesuai dengan kemampuan yang sudah didesain dari pabrikan.

“Ini juga menjadi salah satu penyebab kenapa lebih banyak kendaraan besar yang blong dan akibatnya fatal. Beban berlebih menyebabkan momentum yang lebih besar, sedangkan mobil penumpang jarang sekali bawa beban berlebih,” kata Reiner.

Selain itu, pemasangan aksesori seperti klakson angin juga bisa menyebabkan rem blong. Udara untuk klakson angin biasanya diambil dari tangki yang sama dengan rem, sehingga bisa memengaruhi kinerja rem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.