Kompas.com - 21/01/2022, 09:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor masih terbilang tinggi. Tak heran jika kepolisian berusaha meminimalisir jumlahnya dengan menyelenggarakan street race resmi.

Berdasarkan catatan Polri selama Operasi Lilin pada periode 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, jumlah kecelakaan mengalami kenaikan 31 persen dibandingkan periode pada tahun sebelumnya.

Tercatat, sebanyak 772 kecelakaan lalu lintas terjadi pada tahun lalu. Sementara pada 2020, terjadi 529 kecelakaan saat digelarnya Operasi Lilin.

Baca juga: Polisi Bakal Terus Razia Kendaraan Pelat Dewa, Termasuk yang Pakai Rotator

Polisi mengamankan sejumlah pemotor yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Polisi mengamankan sejumlah pemotor yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Arga Dija Putra, mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas yang tercatat sebetulnya belum termasuk kecelakaan yang dialami para pelaku balap liar.

“Rata-rata balap liar itu laka-nya unreported. Tidak dilaporkan,” ujar Arga, kepada Kompas.com (19/1/2022).

“Sampai ada yang mati pun tidak dilaporkan, langsung dibawa sama mereka, karena takut juga. Tahun 2021 saja laporan (kecekalaan karena balap liar) nihil,” kata dia.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Online, Tanpa Harus ke Samsat

Para joki saat melakukan balapan dalam ajang street race di Ancol, Jakarta Utara, Monggu (16/1/2022).KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Para joki saat melakukan balapan dalam ajang street race di Ancol, Jakarta Utara, Monggu (16/1/2022).

Sementara itu, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mengatakan, aksi balap liar termasuk dalam kenakalan remaja.

Dikhawatirkan bukan hanya dari sisi keselamatan dan keamanan berkendara saja yang terancam, namun aksi kenakalan remaja juga bisa berujung perkelahian antar kelompok.

“Itu kan istilahnya juvenile delinquency, kenakalan remaja. Kayak grafiti, coret-coret, cari jati diri, penanganan juvenile ini berbeda. Cuma kadang juvenile delinquency ini jadi crime, kayak tawuran,” ucap Sambodo, pada kesempatan yang sama.

“Padahal ada banyak (korban balap liar), karena itu unreported semua. Begitu ada kecelakaan, langsung mereka amankan, bubar,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.