Aksi Pelemparan Batu Terjadi di Jalan Tol Medan, Korban Luka-luka

Kompas.com - 09/01/2022, 17:01 WIB

MEDAN, KOMPAS.comPelemparan batu ke mobil yang ada di jalan tol kembali terjadi. Kali ini kejadiannya ada di Medan, Sumatera Utara, tepatnya di jalan tol dekat jembatan yang mengarah ke Citra Bagya Land.

Video yang memperlihatkan beberapa mobil alami kerusakan, bahkan satu orang luka diunggah ke Instagram oleh akun Medanku. Berdasarkan keterangan video tersebut, setidaknya ada lima mobil yang mengalami kerusakan karena lemparan batu.

Kerusakan yang dialami mobil pun beragam, ada yang mengenai kaca depan, atap, kap mesin, dan lampu depan. Tentu saja kejadian seperti ini sangat merugikan dan bisa melukai pengemudi.

Baca juga: Awas, Mobil Dipasang Roof Box Bisa Kena Tilang

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Medan KU ( Medan Talk ) (@medanku)

 

Redaksi pun sudah mencoba menghubungi Polda Sumatera Utara namun belum ada balasan mengenai kejadian tersebut. Bagi pengemudi yang melewati jalan tol dan rawan aksi pelemparan batu, harap selalu waspada.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi harus tahu pentingnya waspada ketika menyetir, apalagi di tempat yang terkenal rawan aksi lempar batu.

"Kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya, memang berbahaya dan tidak manusiawi karena pelaku tidak memikirkan apa dampaknya terhadap korban. Menyikapi ini, pada umumnya kita harus bisa meningkatkan kewaspadaan saat berkendara," ucapnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Maut, Begini Cara Benar Menghindari Lubang di Jalan Tol

Sebaiknya ketika mengemudi, harus punya konsentrasi penuh dan melihat jauh ke arah depan. Dengan begitu, setidaknya kelihatan ada obyek apa yang terlihat, apalagi saat melewati jembatan di mana sering terjadi aksi pelemparan batu.

Kemudian jika di jembatan tadi terlihat ada yang janggal, misalnya seperti sekumpulan orang, segera kurangi kecepatan. Namun perhatikan juga, kurangi kecepatan jangan mendadak karena malah bisa menyebabkan tabrak belakang.

Kalau memungkinkan, pindah lajur bisa dilakukan dengan memerhatikan kondisi lalu lintas. Jadi kalau sepi bisa menghindari lajur yang di atas jembatannya ada banyak orang.

"Langkah-langkah itu bisa dijadiakan sebagai antipasi. Namun paling utama itu selalu waspada saat berkendara, karena bahaya itu mengintai bukan hanya karena faktor internal tapi juga eksternal atau lingkungan sekitar yang kita lewati. Penting juga diketahui, risiko dalam berkendara bukan hanya dari depan, belakang, atau samping saja, tapi atas dan bawah," ujar Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.