Ini Prediksi Tren Modifikasi Lampu Mobil di Tahun 2022

Kompas.com - 06/01/2022, 10:02 WIB
Ilustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan SACS Speedglow Ilustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona alias Covid-19 sedikit banyak menggeser pola perilaku masyarakat dalam beraktivitas. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Kondisi ini kemudian berbanding lurus terhadap tren modifikasi mobil di Indonesia yang terus  mengalami perkembangan dalam kategori daily used atau simple dress up. Salah satunya, terkait perkembangan tren lampu mobil.

Selain pelek dan ban, lampu mobil merupakan komponen paling lazim diubah ketika pemilik kendaraan melakukan modifikasi. 

CEO Yoong Motor Indonesia Yoong Yomin, memprediksi tren modifikasi lampu kendaraan atau penggunaan lampu pada mobil penumpang masih bertahan sama seperti era 2020 dan 2021.

Baca juga: Kampas Kopling Skutik Bisa Aus karena Kebiasaan Ini

Pemilik mobil saat ini juga lebih mempertahankan orisinal atau standar pabrikan, dan memilih untuk tidak menggunakan tampilan yang aneh-aneh.

Ragam lampu mobil yang dijual oleh salah satu toko spare parts di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat.Fachri Fachrudin Ragam lampu mobil yang dijual oleh salah satu toko spare parts di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat.

“Arahnya masih ke fungsional. Karena banyak pengemudi yang senang keluar kota jadi butuh lampu yang terang, tidak warna warni, simple tapi terang,” ucap Yoong saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Jangan Salah, Begini Etika Putar Balik yang Benar

Yoong menambahkan, bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan modifikasi lampu kendaraan harus memperhatikan beberapa hal.

Salah satunya adalah memperhatikan standar pengerjaan atau Standard Operating Procedure (SOP) kerjanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korsleting listrik pada mobil.

“Kemudian, pemilik kendaraan juga harus tahu fungsi dan pengetahuan produk tersebut, jadi mereka tidak asal jual saja. Dan terakhir, pastikan after sales bisa dipertanggung jawabkan dan dijaga,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.