Kompas.com - 22/12/2021, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comKompas Otomotif baru saja menyelesaikan perjalanan bertajuk Kompas otomotif Challenge (KOC) 2021. Pada KOC kali ini, terdapat lima kendaraan yang melakukan perjalanan dari Jakarta-Yogyakarta dan menghitung emisinya.

Kelima kendaraan ini mewakili pilihan mesin yang ada di Indonesia, seperti mesin cc kecil dengan turbo, diesel turbo, hybrid, plug-in hybrid, dan listrik berbasis baterai. Toyota Prius PHEV menjadi salah satu peserta yang mengikuti KOC 2021, mewakili kendaraan plug-in hybrid.

Prius PHEV mencatatkan total perjalanan sejauh 624.9 km dengan menempuh rute Jakarta-Cirebon-Semarang-Solo-Yogyakarta.

Pada perjalanan tersebut, Prius PHEV mencatatkan konsumsi bahan bakar 20,83 km per liter (MID) dan 19,47 km per liter (metode full to full).

Baca juga: Tips Isi BBM yang Aman dari Kecurangan dan Maling di SPBU

Emisi gas buang Toyota Prius PHEV selama Kompas Otomotif Challenge 2021KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Emisi gas buang Toyota Prius PHEV selama Kompas Otomotif Challenge 2021

Lalu untuk menghitung emisi gas buang yang dihasilkan Prius PHEV pada perjalanan tersebut, redaksi menggunakan kalokulator yang mengkonversi konsumsi bahan bakar ke satuan emisi gram per kilometer CO2.

Pertama dikonversi dulu 19,47 km per liter menjadi 5,135 liter per 100 km. Kemudian angka yang sudah didapatkan tadi dimasukkan ke kalkulator untuk menghitung berapa besarnya emisi gas buang yang dihasilkan.

Prius PHEV mencatatkan emisi gas buang sebesar 119,132 gram per kilometer CO2. Jika dibandingkan dengan kendaraan lain yang mengikuti KOC 2021, Prius PHEV menjadi juara kedua di bawah kendaraan listrik berbasis baterai (Lexus UX 300e) yang emisi gas buangnya nol.

Baca juga: Diskon MPV Murah di Akhir Tahun Tembus Puluhan Juta Rupiah

Jika dibandingkan dengan mesin konvensional dengan turbo (Raize GR Sport), Prius PHEV unggul sengan selisih sekitar 69 gram per kilometer. Sedangkan jika dibandingkan dengan diesel turbo (Fortuner) selisihnya jadi jauh lebih besar, yakni sekitar 127 gram per kilometer.

Bisa dibilang kendaraan plug-in hybrid menjadi alternatif kendaraan dengan emisi yang rendah. Mengingat untuk kendaraan listrik berbasis baterai, harga jualnya masih cukup mahal, selain itu infrastruktur pengecasan juga masih belum banyak tersedia di tempat umum.

Sedangkan untuk kendaraan plug-in hybrid seperti Prius PHEV, ketika baterai habis tinggal isi saja tangki bahan bakarnya. Selain itu jika menemukan SPKLU, bisa dicas untuk mengisi baterai dan mendapatkan jarak tempuh cukup jauh dengan mode full electric.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.