Soal Aturan Perjalanan Darat, Kemenhub Masih Tunggu Keputusan Polri

Kompas.com - 16/12/2021, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum merilis Surat Edaran (SE) terkait aturan teknis perjalanan darat jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru). Padahal Satgas Covid-19 sudah merilis addendumnya beberapa hari lalu.

Ketika mengonfimasi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, sampai saat ini SE terkait perjalan orang pada masa Nataru masih disusun sekaligus menunggu kesepakatan dari pihak Polri.

"Akan dirapatkan lagi, jadi sampai saat ini memang belum untuk SE perjalanan transportasi darat di masa Nataru. Kita menunggu dari Polri yang masih ragu-ragu soal aturan yang kemarin direkomendasikan," ucap Budi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (14/12/2021).

Baca juga: Bukan HR-V, Honda Justru Luncurkan CR-V Serba Hitam

Saat ditanya soal aturan mana yang membuat pihak kepolisian ragu, Budi enggan menjelaskan secara detail materinya.

Polisi sedang melakukan penyekatan jalan selama PPKM. DOK. Shutterstock Polisi sedang melakukan penyekatan jalan selama PPKM.

Namun ketika disinggung terkait adanya penerapan sistem ganjil genap di jalan tol, Budi hanya mengatakan itu merupakan salah satu yang dipertimbangkan.

"Salah satunya itu (ganjil genap), jadi kami masih menunggu nantinya itu akan dimasukkan dalam SE kami (Kemenhub) atau akan dijadikan opsional," ujar Budi.

Walau aturan teknis perjalanan darat belum diterbitkan, tapi Budi memastikan secara regulasi yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tetap mengacu pada SE Gugus Tugas.

Baca juga: Wajib Diingat, Jangan Nyalakan Hazard Saat Hujan Deras

Petugas Ditlantas Polda Lampung memeriksa kelengkapan syarat perjalanan bagi pengendara di Jalan Tol Lampung.Dok Ditlantas Polda Lampung Petugas Ditlantas Polda Lampung memeriksa kelengkapan syarat perjalanan bagi pengendara di Jalan Tol Lampung.

Bahkan Budi menegaskan bila tak ada penyekatan yang dilakukan, hanya saja bakal ada posko di beberapa titik yang berfungsi sebagai pengawasan.

"Tidak ada penyekatan, yang ada hanya posko saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat SE sudah bisa kita terbitkan." kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.