Kompas.com - 08/12/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi kemacetan di jalur puncak ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHIlustrasi kemacetan di jalur puncak

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Bogor berencana akan menutup jalur Puncak guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan mobilitas sosial saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, rencananya penutupan akan dilakukan untuk menekan mobilitas warga saat libur panjang. Pasalnya, pada masa-masa liburan kasus positif Covid-19 berisiko meningkat.

Jalur Puncak bisa memungkinkan untuk ditutup total, sambil kita lihat hasil kebijakan pusat bagaimana,” ucap Kapolres Bogor AKBP Harun, kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Jika pada tahun sebelumnya, jalur Puncak Bogor ditutup selama 12 jam mulai tanggal 31 Desember sore hingga tanggal 1 Januari keesokan harinya.

Baca juga: Fitur Unggulan dari Bus Bodi Avante D1, Banyak Pakai Kamera

Harun melanjutkan, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah memberlakukan kebijakan ganjil genap di Jalur Puncak dan Sentul setiap akhir pekan. Tak hanya itu, polisi juga akan menambah pos-pos pengamanan untuk Nataru.

“Sekarang saja sudah mulai kita antisipasi seperti biasanya penerapan ganjil genap setiap akhir pekan dan mungkin nanti akan kita tambahkan pos pengamanan,” kata dia.

Setiap akhir pekan di masa PPKM level 2 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, petugas memberlakukan sistem ganjil genap di jalur Puncak.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Setiap akhir pekan di masa PPKM level 2 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, petugas memberlakukan sistem ganjil genap di jalur Puncak.

Namun soal penerapan aturannya, Harun mengatakan masih melakukan koordinasi dengan Bogor Raya dan pusat.

Ia juga mengatakan, seiring dilonggarkannya sejumlah aturan pada PPKM, wisatawan dari luar Bogor yang keluar dan masuk ke Puncak cenderung berkurang sejauh ini, berbeda dengan awal-awal PPKM.

Baca juga: PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Kalimantan

Hal ini kemungkinan karena tempat wisata di Jakarta dan daerah penyangga lainnya sudah dibuka. Namun, kondisi ini tak bisa menjadi patokan jelang Nataru karena situasi bisa saja berbeda.

“Kalau dilihat, intesitasnya mulai berkurang, tidak seperti awal-awal dulu, tinggi sekali. Sekarang sudah mulai agak menurun, ya itu tadi mungkin tempat lain sudah mulai banyak yang buka sehingga yang ke atas (Puncak) ini terpecah konsentrasinya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.