Penting, Mobil Terkena Abu Vulkanik Jangan Langsung Aktifkan Wiper

Kompas.com - 05/12/2021, 10:01 WIB
Mobil menerobos abu vulkanis dari letusan Gunung Kelud. Antara JatimMobil menerobos abu vulkanis dari letusan Gunung Kelud.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Abu vulkanik erupsi tak hanya berdampak ke mahluk hidup tapi juga kendaraan di area terdampak.

Bagi para pemilik mobil yang terkena imbas hujan abu vulkanik disarankan membersihkan bodi dan kaca dari abu. Tapi untuk membersihkan kaca sebaiknya perlu tindakan khusus.

CEO Makko Group (pemegang beberapa merek perawatan kendaraan), Christopher Sebastian mengatakan, jika ingin membersihkan kaca maka jangan langsung menyalakan wiper.

Baca juga: Pembuatan U-Turn Harus Diperhitungkan Secara Matang

Ilustrasi kaca mobil kotorwww.angieslist.com Ilustrasi kaca mobil kotor

Pastikan kaca sudah benar-benar besih dari abu baru menyalakan wiper. Sebab penyeka kaca ini justru akan berdampak buruk pada kaca mobil.

Kandungan yang ada pada debu vulkanik berbeda dengan debu sisa pembakaran kayu. Di dalamnya terdapat material yang bisa merusak bagian kaca.

“Untuk pemilik kendaraan yang terkena hujan abu vulkanik, tidak disarankan langsung membersihkan dengan wiper. Sebab bisa menimbulkan goresan halus di kaca,” kata Christopher beberapa waktu lalu.

Christopher menyarankan agar pemilik kendaraan membersihkan dahulu permukaan kaca dengan air. Hal ini untuk melunturkan abu yang menempel di permukaan kaca kendaraan.

Sebab permukaan kaca yang tergores dapat membuat pandangan berkurang. Hal ini tentunya berbahaya bila menghadapi perjalanan di tengah hujan atau malam hari.

Baca juga: PLN Kejar Pembangunan 54 SPKLU pada 2021

Tangkapan layar dari video yang beredar akibat awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur.KOMPAS.COM/Tangkapan layar video yang beredar Tangkapan layar dari video yang beredar akibat awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur.

“Material debu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Ia punya bahan seperti serat kaca, serta pasir dengan bentuk yang tajam. Perhatian tidak hanya pada kaca depan tapi juga belakang yang punya fitur wiper juga perlu dibersihkan terlebih dulu. Soalnya kadang terlupa,” ujarnya.

Buat yang sudah terlanjur menyalakan wiper saat kaca tertutup abu vulkanik bisa melakukan penggantian kaca atau sekadar melakukan perbaikan.

Jika kondisi goresan tidak terlalu tajam bisa dilakukan perbaikan dan tidak perlu melakukan penggantian kaca yang tentunya perlu biaya yang lebih besar.

“Tentu dengan kondisi goresan tidak terlalu dalam. Saat ini sudah ada teknologi dengan pemolesan khusus untuk menghilangkan goresan di kaca,” ucap Christopher.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.