Pahami Etika Pindah Lajur dan Belok di Jalan Raya

Kompas.com - 26/11/2021, 11:12 WIB
Mobil Pindah jalur di gerbang tol Cikarang diteriakkan lewat pengeras suara, Kamis (31/7/2014). Kompas.com/Adysta Pravitarestu Mobil Pindah jalur di gerbang tol Cikarang diteriakkan lewat pengeras suara, Kamis (31/7/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mengemudi, selain skill yang baik juga dibutuhkan etika dalam berkendara. Salah satu yang harus diperhatikan dalam berkendara adalah wajib memberi tanda sebelum mau pindah lajur.

Setelah itu pengemudi wajib memperhatikan kondisi sekitar, jika belum aman atau ada kendaraan lain, maka belum boleh melakukan. Hal ini wajar dilakukan oleh setiap penggunan jalan, namun kenyataannya masih banyak pengguna jalan yang abai.

Baca juga: Kesulitan Jual Motor Listrik di Indonesia

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, masih banyak pengendara yang tidak paham akan kondisi lalu lintas dan jalan. Mereka menyalakan lampu sein dan manuver dalam waktu yang dekat.

Menggunakan lampu sein ada etika dan aturannya.KOMPAS.com/Ruly Menggunakan lampu sein ada etika dan aturannya.

Aturan yang benar adalah menyalakan sein 25 meter sampai 50 meter, tergantung dengan persimpangan yang terdekat. Sehingga dari jarak yang jauh pengemudi di belakang kita tahu bahwa kita akan berpindah jalur,” ucap Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak menyalakan lampu sein atau salah menyalakan lampu reting juga termasuk pelanggaran lalu lintas. Aturan ini sudah ditetapkan dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Baca juga: Kendaraan Listrik di Indonesia Bakal Punya 5 Jenis Pelat Nomor

Dalam pasal 112 ayat (1) dijelaskan bahwa “Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan”.

Sedangkan dalam ayat (2) dalam Undang-Undang yang sama diterangkan bahwa “Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat,”.

Sesuai dengan UU LLAJ, pengendara yang abai tidak menyalakan lampu sein bisa didenda sebesar Rp 250.000 atau dipenjara selama satu bulan sesuai dengan UU LLAJ.

Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.KOMPAS.com/Ruly Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.

Sony juga menjelaskan bagaimana cara berbelok atau berpindah jalur dengan aman dan benar.

“Ketika ingin berbelok hal pertama harus dilakukan adalah cek area belakang, aman atau tidak. Bukan hanya melihat dari spion, tetapi juga kepala harus menoleh, untuk memastikan keadaan benar-benar aman. Selanjutnya, baru menyalakan lampu sein,” ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.