Kompas.com - 20/11/2021, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Segmen kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) alias Low Cost Green Car (LCGC) resmi berhak mendapatkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP).

Putusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) Nomor 1737 rahun 2021 yang resmi ditetapkan pada 15 Oktober 2021 oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Aturan tersebut menyempurnakan Peraturan Menteri Keuangan 120 tahun 2021, tentang perpanjangan diskon PPnBM 100 persen sampai akhir tahun ini.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Insentif Pembelian Mobil di Tahun Depan

Honda di IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda di IIMS Hybrid 2021

"Iya benar, ini penyesuaian penambahan jenis kendaraan yang bisa ikut program PPnBM-DTP dan berlaku sampai Desember 2021," ujar Menperin Agus saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Jumat (19/11/2021).

Sehingga dipastikan bahwa LCGC tidak jadi naik usai diterapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2019 mengenai harmonisasi PPnBM yang dihitung berdasarkan keluaran emisi dan efisiensi.

Sebab, tarif PPnBM yang dikenakan tetap nol persen. Tetapi menariknya, dalam salinan yang diterima tim Redaksi Kompas Otomotif tak ada Suzuki Karimun Wagon R.

Sementara model LCGC lainnya telah masuk atau terdaftar, seperti Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, serta Honda Brio Satya.

Baca juga: Resmi, LCGC Masuk Daftar Penerima PPnBM 0 Persen

Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.DOK. ASTRA DAIHATSU MOTOR Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.

Dijelaskan 4W Marketing Director PT SIS Donny Saputra hal ini dikarenakan model terkait sudah resmi dihentikan penjualannya di pasar domestik. Tapi produksi tetap berjalan guna memenuhi permintaan ekspor.

"Produksi Karimun Wagon R masih tetap berjalan karena kita masih supply untuk kebutuhan ekspor, salah satunya ke Pakistan," kata Donny saat dikonfirmasi Kompas.com.

"Secara domestik kita memang sedang fokus untuk kendaraan elektrifikasi jadi (Karimun Wagon R) di dalam negeri kami berhentikan," lanjut dia.

Baca juga: Suzuki Stop Penjualan Karimun Wagon R di Indonesia

Karimun Wagon R.Ghulam/KompasOtomotif Karimun Wagon R.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.