Alasan Polisi Sita SIM ketimbang STNK Saat Razia Lalu Lintas

Kompas.com - 18/11/2021, 07:02 WIB
Pelaksanaan Operasi Zebra di Jakarta Pusat Dok. Satlantas Polres Metro Jakarta PusatPelaksanaan Operasi Zebra di Jakarta Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI mengungkapkan akan lebih mengutamakan edukasi dan teguran kepada seluruh pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas selama Operasi Zebra 2021 yang berlangsung hingga 28 November 2021.

Namun, petugas tidak akan segan melakukan tindakan tilang bila menemui pengendara yang terbukti melanggar dengan menahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dinyatakan oleh Perwira Administrasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Iptu Hermanto, nantinya surat-surat berkendara akan menjadi bukti adanya pelanggaran lalu lintas.

Baca juga: Era Kendaraan Listrik Sudah di Depan Mata

Kapolres Trenggalek Jawa Timur, memberi boneka kepada pengguna jalan yang tertib gunakan masker (30/10/2020).SLAMET WIDODO Kapolres Trenggalek Jawa Timur, memberi boneka kepada pengguna jalan yang tertib gunakan masker (30/10/2020).

Petugas sendiri yang akan menentukan, SIM atau STNK yang akan disita atau ditahan saat razia lalu lintas. Biasanya SIM akan ditahan ketimbang STNK dalam Operasi Zebra apabila pengendara atau pengemudi yang melanggar lalu lintas memiliki surat lengkap.

Menurut Hermanto, SIM lebih dipilih Polisi untuk ditahan lantaran di dalam kartu tersebut data pelanggar lebih tercatat jelas daripada di STNK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika kedua surat itu ada, tentu pihak kepolisian akan menahan SIM-nya. Kenapa? Karena di SIM ada data lengkap si pelanggar," kata dia dilansir Kompas.com, Rabu (17/11/2021).

Adapun SIM baru akan disita apabila telah terbukti melanggar marka atau aturan lalu lintas yang berlaku di jalan. Namuk, jika pengemudi terkait tidak memiliki SIM, maka STNK yang akan ditahan.

Baca juga: Diskusi Jokowi dengan Produsen Mobil Jepang, Bahas Green Economy

Petugas kepolisian menuliskan formulir tilang untuk seorang pengendara sepeda motor yang tidak memeiliki SIM pada Operasi Zebra Tinombala 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/10/2019). Selama operasi tersebut berlangsung sejak 23 Oktober, Polres Palu telah menilang sedikitnya 556 pengendara sepeda motor karena tidak memiliki kelengkapan surat berkendara yakni SIM dan STNK.ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI Petugas kepolisian menuliskan formulir tilang untuk seorang pengendara sepeda motor yang tidak memeiliki SIM pada Operasi Zebra Tinombala 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/10/2019). Selama operasi tersebut berlangsung sejak 23 Oktober, Polres Palu telah menilang sedikitnya 556 pengendara sepeda motor karena tidak memiliki kelengkapan surat berkendara yakni SIM dan STNK.

"Tapi jika tidak ada SIM, tentu STNK yang kami tahan," ujar Hermanto.

Penyitaan STNK dilakukan petugas saat mendapati pelat nomor atau STNK yang sudah habis masa berlakunya.

Selain surat-surat, polisi yang bertugas dalam Operasi Zebra 2021 juga bisa menyita unit atau kendaraan yang digunakan pengendara saat melakukan pelanggaran.

Cara ini dilakukan ketika pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor tidak bisa memperlihatkan surat-surat alias dokumen kendaraannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.