Kompas.com - 18/11/2021, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia nampak mengukuhkan komitmennya untuk menekan tingkat emisi, dan diusahakan pada 2030, atau lebih cepat. Maka dari itu, ditargetkan penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh tercapai pada tahun 2060.

Hal ini diungkapkan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa ada ambisi serius mewujudkan industri kendaraan listrik lengkap dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Bisa dikatakan, Indonesia berpotensi kuat untuk membangun ekosistem rantai pasokan global baik berupa industri baterai maupun kendaraan listrik berbasis baterai.

Baca juga: Simulasi Kredit Daihatsu All New Xenia, Angsuran Mulai Rp 3 Jutaan

"Perlu investasi yang komprehensif untuk ekosistem EV (electric vehicle atau kendaraan listrik) di Indonesia. Ekosistem EV sangat kompleks dan besar, terdiri dari ekosistem-ekosistem, seperti bahan baku, manufaktur, penyediaan infrastruktur charging, dan sebagainya," kata Luhut dalam keterangan resminya, Rabu (17/11/2021).

Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar PanjaitanWuling Motors Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan

"Permintaan baterai meningkat seiring dengan pertumbuhan permintaan EV. Pada 2027 pasar baterai dunia akan mencapai 777 GWh. Sedangkan di Indonesia diperkirakan kebutuhan kapasitas baterai mencapai 9,8-11,9 GWh pada 2029-2030," ujar dia menambahkan.

Selain itu, ada pula target pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencapai 31.859 unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebanyak 67.000 unit tercapai pada 2030.

Baca juga: Benarkah Mobil Mesin Diesel Lebih Irit Dibandingkan Bensin?

"Kekhawatiran kalian soal infrastructure charging ini sudah kami rencanakan, jadi jangan khawatir," ucap Luhut.

Salah satu upaya untuk memenuhi beragam target terkait ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yakni dengan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik.

Pada 15 September 2021, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan pembangunan pabrik baterai mobil listrik PTHKML Battery yang berlokasi di Karawang. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi tahap 1 sebanyak 1 GWh yang dapat menghasilkan sekitar 150.000 buah baterai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.