Perkembangan Terkini Sistem Terbaru Road Tax di Indonesia

Kompas.com - 05/11/2021, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI memastikan proyek sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free FLow (MLFF) dengan teknologi Global Navigation Satelite System (GNSS) masih sesuai jadwal. Mekanisme yang kerap disebut sebagai Road Tax alias Pajak Jalan

Kini, proyek Road Tax yang diharapkan bisa diterapkan tahap pertamanya mulai 2022 untuk 41 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Bali tersebut sedang dalam tahap perencanaan desain.

Sebab masih banyak aspek yang patut dibincangkan lebih jauh khususnya deteksi kendaraan bermotor saat hendak masuk ke jalan tol yang optimal dan akurat, serta sanksi pengguna yang bandel tak membayar tol.

Baca juga: Rencana Road Tax, Wajib Terintegrasi dan Transparan

Antrean kendaraan pemudik terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015) pada tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Antrean kendaraan ini mengakibatkan kemacetan sepanjang 2 kilometer. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Antrean kendaraan pemudik terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015) pada tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Antrean kendaraan ini mengakibatkan kemacetan sepanjang 2 kilometer. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

"Saat ini sedang dalam perencanaan desain. Tapi dapat kita bisa pastikan, nantinya dalam penerapan MLFF tak ada pelanggaran kewajiban pengguna jalan tol dalam pembayaran transaksi tarif tol," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit kepada Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan adanya sinergi dengan pihak Kepolisian RI dalam hal penindakkan bagi pengguna jalan tol yang tidak membayar tol sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hanya saja, Danang belum dapat merinci desain penindakkan dimaksud, apakah akan memanfaatkan road tax, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) alias tilang elektronik, atau lainnya.

"Mengenai rincian mekanisme deteksi kendaraan dan penindakkan, masih dalam perencanaan desain. Nanti lebih lanjut dikabarkan lagi," ujar dia.

Diketahui, belum lama ini Korlantas Polri bersama Jasa Raharja dan Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri menghadirkan inovasi digitalisasi pajak kendaraan lewat mekanisme road tax.

Baca juga: Sudah Waktunya Kebijakan Ganjil Genap Diganti Jalan Berbayar

Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia Jasa Marga Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia

Jadi, setiap kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor, kelak akan dipasang stiker berhologram yang dilengkapi dengan 18 QR Code dan instrumen Radio Frequency Identification (RFID).

Sehingga, kepolisian dapat mengetahui dengan mudah pemilik kendaraan bermotor yang taat bayar pajak ataupun melakukan penilangan secara digital. Mekanisme pendeteksi serupa juga bisa dimanfaatkan ke beragam layanan lainnya seperti pembayaran tol.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.