Ini Tanggapan Komunitas Mobil Lawas Tentang Tilang Uji Emisi

Kompas.com - 04/11/2021, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Dinas Perhubungan bersama kepolisian, tengah melakukan sosialisasi uji emisi kendaraan kepada masyarakat.

Setelah sosialisasi berakhir, polisi bakal melakukan proses penegakan hukum kepada kendaraan yang belum melakukan uji emisi.

Kebijakan ini tentu akan berdampak pada pengguna mobil lawas, terlebih lagi untuk mereka para pecinta mobil tua.

Sebab, emisi gas buang yang dihasilkan tentu bakal lebih polutan ketimbang mobil baru lantaran mesin yang digunakan relatif belum canggih.

Baca juga: Modifikasi Motor Kontet, Honda Tiger Mini Scrambler

Aria Aradhea, anggota sekaligus penasihat Jakarta Morris Club (JMC) mengatakan, pada dasarnya ia mendukung kebijakan uji emisi di Jakarta. Namun menurutnya pemerintah masih harus mengkaji aturan tersebut sehingga keputusan yang dihasilkan bersifat adil dan tepat.

“Pada dasarnya saya setuju dengan penerapan uji emisi, akan tetapi yang saya liat sejak tahun 2009 sampai 2010 sejak pertama kali aturan ini bergulir, peraturan ini tidak adil dan tidak dipikirkan secara matang,” ujar Aria saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Menurut Aria, pemerintah sebaiknya jangan menyamaratakan emisi gas buang mobil lawas dengan mobil keluaran baru. Sebab, ada standar dari pabrikan yang sudah ditentukan, dan itu tidak bisa pukul rata.

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

“Di peraturan terbaru yang sudah saya baca, mobil tahun produksi di atas 2007 kadar CO2-nya harus 1,5 persen, kalau lebih dari tiga tahun kadar CO2-nya 3 persen. Itu yang menurut saya tidak adil dan tidak tepat,” kata dia.

“Misalnya, mobil Mini Cooper saya tahun 1968, dari pabrik sudah sesuai dengan standar CO2 yang berlaku yakni 3,5 persen sampai 4,5 persen. Itu dengan kondisi sehat dan sesuai dengan referensi yang saya punya dari pabriknya sendiri. Kalau pakai standar itu ke standar pemerintah sekarang berarti kan tidak akan lolos, karena dipukul rata,” lanjutnya.

Aria berharap, pembuat kebijakan uji emisi seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.