Dokter Ungkap Kondisi Gegar Otak Marc Marquez

Kompas.com - 04/11/2021, 14:01 WIB
Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (Spanyol) melaju lurus pada MotoGP America di Circuit Of The Americas COTA. Latihan bebas pada 1 Oktober 2021 di Austin, Texas. Hasil MotoGP Amerika, Marc Marquez terdepan. MIRCO LAZZARI GPPebalap Repsol Honda Marc Marquez (Spanyol) melaju lurus pada MotoGP America di Circuit Of The Americas COTA. Latihan bebas pada 1 Oktober 2021 di Austin, Texas. Hasil MotoGP Amerika, Marc Marquez terdepan.
|


CERVERA, KOMPAS.com - Marc Marquez akan absen di GP Algarve, Portugal, akhir pekan ini. Pebalap Spanyol itu mengalami gegar otak ringan akhir pekan lalu karena bermain off road.

Dokter Riccardo Ceccarelli, pendiri Formula Medicine, sebuah fasilitas yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja baik dari sisi fisik maupun mental, mengatakan keputusan Marc absen benar.

Baca juga: Berikut Harga BBM Shell dan Pertamina per November 2021

Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP San Marino 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)ANDREAS SOLARO Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP San Marino 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

“Sulit dikatakan. Saat terjadi cedera kepala, situasinya selalu dihadapi dengan sedikit kewaspadaan, terutama pada jam-jam pertama," katanya mengutip Tuttomotoriweb, Kamis (4/11/2021).

"Gegar otak adalah dampak kekerasan tertentu yang seharusnya tidak menimbulkan luka atau pendarahan mikro, namun dalam kasus benturan lain otak akan lebih rapuh," katanya.

"Untuk alasan ini, di mana mungkin ada trauma lebih lanjut, seperti tinju, kita cenderung menunggu lebih lama, sampai semuanya kembali normal. Mungkin tidak ada yang serius, saya pikir pilihan konservatif telah dibuat mengingat Marc Marquez tidak memperjuangkan gelar,” katanya.

Baca juga: Cara Menyetir Double Cabin, Beda dengan Mobil Biasa

Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Austria 2021. (Photo by Joe Klamar / AFP)JOE KLAMAR Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Austria 2021. (Photo by Joe Klamar / AFP)

Ceccarelli menjelaskan, saat pebalap kembali dari cedera mereka biasanya tidak kenal takut. Tap ketika mereka tidak nyaman maka hal itu akan sangat sulit dihilangkan.

“Ketika seorang pebalap kembali setelah cedera, dia tidak takut untuk menemukan batasnya. Tetapi jika Anda merasa sulit merasa nyaman, itu sangat sulit," katanya.

"Di tim saya ada psikolog yang bekerja dengan para pebalap, meskipun biasanya mereka tidak mau karena mereka menganggap psikolog sebagai sosok yang memecahkan masalah kecemasan, dari mereka yang gemetar sebelum balapan takut untuk datang," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.