Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Produksi Merek Mobil Eropa

Kompas.com - 01/11/2021, 18:41 WIB
Pekerja menyelesaikan perakitan mobil New Mini Cooper Countryman di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Kamis (6/9/2018). Edisi pertama yang dirakit terdiri dari dua varian, yakni MINI Cooper Countryman dan New MINI Cooper S Countryman Sports. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja menyelesaikan perakitan mobil New Mini Cooper Countryman di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Kamis (6/9/2018). Edisi pertama yang dirakit terdiri dari dua varian, yakni MINI Cooper Countryman dan New MINI Cooper S Countryman Sports.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam lawatan ke Eropa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan bahwa Indonesia berpeluang menjadi hub besar atau menjadi pusat dalam produksi otomotif yang diekspor ke Australia.

Menurutnya, saat ini Mercedes-Benz sedang mengalkukasi value chain dalam rencana produksi. Selain itu, perusahaan tersebut juga sedang mempelajari terkait biaya manufaktur, biaya logistik, regulasi, persyaratan teknologi, tarif pajak, serta hal-hal terkait lainnya.

“Namun, intinya mereka support dan mereka sedang menyiapkan diri untuk rencana membuka pasar ke Australia,” ujar Agus, dalam keterangan resmi yang dilansir Senin (1/11/2021).

Baca juga: Beli Bensin Lebih Baik Pakai Hitungan Liter atau Rupiah?

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherangdok. Mercedes-Benz Indonesia Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang

Agus mengatakan, pertumbuhan kelas menengah di tanah air juga cukup pesat dan rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih relatif rendah yakni 99 mobil per 1.000 orang, sehingga berpeluang menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar produk otomotif di ASEAN.

“Hal ini tentunya menjadi peluang bagi pengembangan industrialisasi hemat energi dan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sesuai dengan tren global,” ucap dia.

Menperin menyampaikan, dalam upaya terus mengembangkan industri otomotif di tanah air, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 23 Tahun 2021 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

Baca juga: Ini Tarif Perpanjangan SIM A dan SIM C per November 2021

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Aturan ini semakin memberikan memberikan kepastian hukum dan menarik lebih banyak investasi, termasuk untuk produsen kendaraan Eropa.

“Pengujian emisi CO2 dan konsumsi bahan bakar di Indonesia juga sudah berdasarkan standar internasional,” kata Agus.

Selain itu, terdapat utilisasi pelabuhan logistik berikat (PLB) sebagai tempat konsolidasi untuk kendaraan Completely Knock Down (CKD) dan Incompletely Knock Down (IKD) yang berasal dari multisumber atau multishipment.

Baca juga: Tarif Bagasi PO Sumber Alam Trayek Yogyakarta-Bekasi

Pekerja menyelesaikan perakitan mobil All-new BMW X3 di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018). The All-new BMW X3 xDrive20i rakitan dalam negeri ditawarkan dengan harga Rp 1,009,000,000,- off-the-road.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pekerja menyelesaikan perakitan mobil All-new BMW X3 di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018). The All-new BMW X3 xDrive20i rakitan dalam negeri ditawarkan dengan harga Rp 1,009,000,000,- off-the-road.

“Pemerintah juga melakukan penyederhanaan persyaratan skema impor CKD dan IKD,” ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.