Fungsi Lain GPS Tracker, Buat Lacak Posisi Suami

Kompas.com - 23/10/2021, 07:22 WIB
Penyitaan aset lima unit mobil mewah milik IWS, tersangka korupsi PT Asabri. Dok Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan AgungPenyitaan aset lima unit mobil mewah milik IWS, tersangka korupsi PT Asabri.

JAKARTA, KOMPAS.com - GPS Tracker makin banyak dipakai pada kendaraan bermotor. Fungsinya jika mobil atau motor digasak maling maka posisi kendaraan dapat dilacak.

Ade Habibie, Chief of Media and Brand Activation PT Super Spring, penyedia GPS Tracking System, mengatakan, saat ini konsumen GPS Tracker paling besar ialah wanita dan logistik.

Baca juga: Vinales Optimistis Raih Hasil Lebih Baik di MotoGP Emilia Romagna

Ilustrasi logistik, pengiriman barang. PEXELS/TIMA MIROSHNICHENKO Ilustrasi logistik, pengiriman barang.

"Konsumen terbanyak kalau untuk ritel itu gendernya paling banyak wanita yaitu ibu-ibu. Kalau untuk B2B (bisnis) kita banyak logistik dan mobil-mobil transportasi," kata Ade kepada Kompas.com, Kamis (21/10/2021).

Permintaan GPS Tracker meningkat seiring dengan kegiatan logistik yang meningkat, terutama di masa pandemi Covid-19 karena pola pembelian berubah jadi lewat online.

"Apalagi sekarang lagi zamannya pandemi, logistik booming, karena e-commerce makin banyak logistik untuk pengiriman barang," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Honda NT1100 Meluncur, Pakai Jantung dan Tulang Africa Twin

Mobil jenis Honda HRV warna merah tahun 2020 dengan nomor polisi BG 83 LL yang merupakan milik Eddy Hermanto saat disita oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Mobil jenis Honda HRV warna merah tahun 2020 dengan nomor polisi BG 83 LL yang merupakan milik Eddy Hermanto saat disita oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Adapun untuk ritel kata Ade, mayoritas ialah ibu-ibu. Tapi fungsinya sedikit berbeda dari tujuan awal, bukan untuk melacak posisi kendaraan yang kemalingan tapi melacak suami.

"Karena menurut statistik di kita, terutama yang curhat tengah malam di call center kita banyak ibu-ibu menanyakan suaminya di mana dan lagi di mana, banyak yang curhat juga," kata Ade.

"Banyak ibu-ibu yang melacak suaminya pergi kemana. Banyak yang seperti itu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.