Jangan Memaksa, Kenali Gejala Tubuh Sudah Lelah Mengemudi

Kompas.com - 16/10/2021, 10:22 WIB
ilustrasi lelah mengemudi Kompas.com/Fathan Radityasaniilustrasi lelah mengemudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak bisa disangkal, mengemudikan kendaraan menjadi salah satu kegiatan yang melelahkan, apalagi jika perjalanan yang ditempuh terbilang jauh hingga lintas provinsi. Pengemudi menguras tenaga agar dapat fokus berkonstrasi berjam-jam.

Sebenarnya, pengemudi wajib beristirahat tiap saat mengemudi jauh tiap interval beberapa jam sekali. Jika memaksakan diri tetap menyetir, konsentrasi akan jauh berkurang dan berisiko menimbulkan kecelakaan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa ada beberapa gejala yang harus dikenali terkait kelelahan saat sedang mengemudi.

Baca juga: Jegal Avanza-Xenia dan Xpander Facelift, Suzuki Bakal Hadirkan Ertiga Varian Baru

“Pertama pegal-pegal yang terjadi pada tubuh pengemudi. Mulai bagian tangan, pinggang, leher dan juga bahu. Jika sudah merasakannya, sudah waktunya untuk beristirahat,” ucap Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ilustrasi mengantuk saat berkendaraalbayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya gejala kedua adalah mata mulai terasa perih. Hal ini bisa terjadi akibat mata dipaksa terus fokus melihat. Selain itu, mata perih juga disebabkan karena terlalu banyak menerima rangsangan cahaya dari luar kabin.

“Ketiga, persepsi jarak terganggu akibat otak mulai tidak dapat merespons dengan benar. Keempat, kepala terasa berat akibat kantuk yang dialami,” kata Sony melanjutkan.

Baca juga: 90.000 Orang Bikin SIM via Aplikasi Sinar

Ia menegaskan bahwa gejala paling terakhir adalah yang paling berbahaya, yakni mengalami tidur sesaat alias microsleep. Jika sudah sampai tahap mengalami microsleep, besar kemungkinan pengemudi akan mengalami kecelakaan.

Meski microsleep hanya berlangsung beberapa detik saja, hal tersebut sudah cukup memperbesar potensi kecelakaan. Sebab pada rentang waktu yang singkat tersebut, pengemudi sudah sepenuhnya hilang konsentrasi dan kesadaran.

“Proses sampai mengalami microsleep ini panjang, tapi banyak pengemudi yang mengabaikan dengan alasan tanggung, gengsi dan dikejar waktu,” ujar Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.