Alasan Mobil Baru Condong Menggunakan Sistem Penggerak Roda Depan

Kompas.com - 16/10/2021, 09:12 WIB
Toyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan. coolaler.comToyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil dengan penggerak roda depan atau Front Wheel Drive kini semakin banyak populasinya di Indonesia seperti halnya dunia.

Kabar terakhir, adalah rencana dua mobil terlaris di Indonesia, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia generasi terbaru yang akan rilis akhir tahun 2021 juga akan menggunakan penggerak roda depan, meninggalkan karakter sebelumnya (RWD).

Tak hanya Avanza dan Xenia, beberapa Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) keluaran terbaru di Indonesia juga sudah meggunakan sistem penggerak roda depan. Misalnya saja Xpander, Mobilio, dan Ertiga. Artinya, hanya tersisa beberapa model saja yang menawarkan sistem RWD, yakni Wuling Confero, APV, Luxio, dan Gran Max.

Baca juga: Jegal Avanza-Xenia dan Xpander Facelift, Suzuki Bakal Hadirkan Ertiga Varian Baru

Menanggapi hal ini, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, ada beberapa alasan kenapa mobil sekarang banyak yang menggunakan penggerak roda depan.

"Pertama saya melihat secara konstruksi dulu, mobil dengan penggerak roda depan (FWD) secara konstruksi itu kan lebih sederhana dibandingkan penggerak roda belakang," kata Didi kepada Kompas.com Jumat (15/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantai kabin Xpander lebih rata dengan penggerak roda depanStanly/KompasOtomotif Lantai kabin Xpander lebih rata dengan penggerak roda depan

Dengan penggunaan konstruksi yang lebih sederhana, selain lebih ekonomis, mobil FWD mempunyai kelebihan memiliki bobot lebih ringan.

"Nah dengan bobot yang lebih ringan tadi maka kinerja mesinnya menjadi lebih efisien." ucap Didi.

Baca juga: 90.000 Orang Bikin SIM via Aplikasi Sinar

Dengan kinerja mesin yang lebih efisien, maka CO2 atau emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin mobil akan lebih kecil juga. Hal ini akan lebih menguntungkan pemilik mobil karena harganya juga akan lebih murah.

"Karna kan kedepannya juga ada wacana carbon tax juga, makin tinggi kadar CO2 nya juga akan dibebankan ke kendaraannya juga," kata dia.

Rencananya Penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dihitung berdasarkan emisi gas buang atau carbon tax rencananya berlaku mulai Oktober 2021.

Ilustrasi Mobil dengan posisi mesin di depan dan menggerakkan roda depan juga.buildyourownracecar.com Ilustrasi Mobil dengan posisi mesin di depan dan menggerakkan roda depan juga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.