Gagal Lolos Uji Emisi, Apa yang Harus Dilakukan?

Kompas.com - 08/10/2021, 17:41 WIB
Uji Emisi Kendaraan Gratis jelang implementasi sanksi pada 24 Januari 2021 KOMPAS.COM/STANLY RAVELUji Emisi Kendaraan Gratis jelang implementasi sanksi pada 24 Januari 2021
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali berencana untuk mengetatkan uji emisi kendaraan di wilayah Ibu Kota lewat perluasan penerapan disinsentif tarif parkir.

Utusan Khusus Gubernur DKI Jakarta untuk Perubahan Iklim Irvan Pulunga mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan akan ada 10 lokasi parkir yang menerapkan aturan terkait dari sebelumnya hanya tiga lokasi.

Adapun aturan mengenai tarif parkir tertinggi sendiri, telah tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 31 Tahun 2017. Pada beleid itu, besaran tarif parkir bervariasi baik untuk kendaraan sedan, SUV, sampai bus dan truk.

Baca juga: Ini Syarat Lulus Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Jakarta

Bengkel uji emisi kendaraanKOMPAS.com/Ruly Bengkel uji emisi kendaraan

Sementara ambang batas emisi gas buang pada kendaraan tertuang dalam Peraturan Menteri No. 05 Tahun 2006, yakni berpatokan pada parameter karbon monoksida (CO) 1,5 persen Vol dan hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol.

Lantas bagaimana bila kendaraan sudah dilakukan uji emisi tapi masih saja tidak dinyatakan lulus? pemilik sekaligus pengelola Provis Autolab Stevanus Jasin mengatakan, sedikitnya ada dua hal yang bisa dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, melaksanakan tune-up berkala yang meliputi pengecekkan pada bagian filter udara, busi, sampai feeler gaunge.

"Khusus mobil Honda, klep nya harus di sesuaikan kembali tiap sekitar 8.000 km. Kalau rekomendasi pabrikan itu di 10.000 km, tapi engine hour berbeda dengan odometer, jadi disarankan lebih cepat," katanya kepada Kompas.com.

"Jangan lupa bersihkan nozzle bagi mobil yang sudah injection maupun belum direct injection. Ini yang sering terlupakan," lanjut dia.

Baca juga: Cara Mengetahui Ciri Kampas Kopling Menipis

Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH JakartaKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH Jakarta

Pembersihannya, ujar Jasin, menggunakan alat ultrasonic supaya kotoran serta kerak bisa runtuh. Adapun rekomendasinya di kisaran 10.000 km sampai 40.000 km.

"Kemudian bersihkan saringan pompa bensin. Mobil-mobil sekarang fuel filter itu biasanya di dalam tangki bensin jadi satu dengan saringan pompa bensin, sehingga sering sekali terlewat," ucapnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.